Pesan Gubernur, Terimalah Tiga Pasien Corona yang Sembuh, Mereka Keluarga Kita

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat kembali mencatat jumlah penambahan kasus sembuh COVID-19 di Papua Barat per hari Sabtu (16/5/2020) pukul 14.30 WIT menjadi lima (5) orang setelah ada penambahan sebanyak tiga (3) orang dari Kabupaten Manokwari.

Sebelumnya pekan lalu ada satu pasien atas nama Tuan Adam juga telah sembuh, jadi total pasien COVID-19 Manokwari yang sembuh naik menjadi empat orang. “Kasus sembuh bertambah tiga orang sehingga menjadi lima orang” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap dalam keterangan resmi di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat Kompleks Irman Jaya  Manokwari Manokwari, Sabtu (16/5/2020).

Tiga warga Manokwari yang dinyatakan sembuh hari ini adalah Haji Abdullah Appe 62 tahun, La Marra 65 tahun dan Ruth Dolly Oagwak 20 tahun. Ketiga pasieen dinyatakan sehat dan dan sembuh setelah menjalani perawatan dan mengikuti seluruh anjuran tim medis yang menangani selama masa perawatan di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat.

Kriteria ketiga pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali negatif dan pasien tidak ada keluhan klinis.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan saat menerima ketiga pasien yang sehat dan menyerahkan ketiganya kembali kepada keluarga mengatakan, terima kasih kepada ketiganya yang selama ini mentaati seluruh anjuran tim medis selama dalam perawatan, serta mengucapkan terima kasih kepada tim medis Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Tim Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari yang telah bekerja keras dalam pelayanan kesahatan kepada pasien selama dirawat di rumah sakit.

“Mari kita menaikan pujian dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat pernyataan perlidungan atas dukungan doa, doa kita semua, dengan doa itu bisa dijawab Tuhan dan hari ini tiga saudara kita, keluarga kita, sahabat kita, teman kita, Ibu Rut Doli Pagwa, Umar Laria, dan Bapak Abdullah Appe sembuh,’’ ujar Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

Menurut gubernur dari hasil sampel dikirim, pertama diuji negatif, dikirim kedua diuji di laborotorium negatif juga. ‘’Dan hari ini kita bersama mengucapk sukur terima kasih kepada Tuhan atas kebaikan Tuhan mereka disembuhkan dan mereka akan kembali di keluarga masing-masing,’’ jelas gubernur.

Dominggus Mandacan mengajak warga Papua Barat jangan takut, jangan panic mereka secara medis sudah pengobatan dan perawatan ternyata sudah negatif, jadi tidak usah takut terimalah mereka kembali di lingkungannya masing-masing. ‘’Untuk itu saya ajak masyarakat terima lah mereka kembali sebagaimana biasa sebagai keluarga dilingkungannya masing-masing,‘’pesan gubernur.

Gubernur mengatakan ketika mereka positif ada yang palang, ada yang menolak tetapi pemerintah proaktif terus bisa komunikasi dan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Provinsi dan juga Tim Gugus Tugas Kabupaten koordinasi terus, bisa memberikan pemahaman pengertian dan masyarakat mengerti serta paham, pada ahirnya sampai enam pasien positif yang dirawat di Rumah Sakit Provinsi sebelumnya satu sudah sembuh dan kembali ke keluarga yaitu Tuan Adam.

‘’Tuan Adam dan Ahmad itu pertama yang dirawat di Rumah Sakit provinsi, sakit ini belum selelsai masih membangun, tetapi adanya virus corona kita maksimalkan dua gedung dan kita bisa merawat,  dengan demikian dari enam yang masuk rumah sakit,  pertama satu sudah sembuh dan hari ini tiga sembuh dan negatif akan keluar dari rumah sakit dengan demikian masih tinggal dua yang belum yaitu bapak Ahmad dan bapak Rohyani, mereka juga sudah ambil swabnya, kita berdoa campur tangan Tuhan sehingga yang dua disembuhkan dan bisa negatif bisa keluar,’’ ujarnya.

Untuk diketahui yang ada sampai dengan kemarin yang positif di Papua Barat ada 88 (sampai Jumat), Manokwari enam, Manokwari Selatan satu, Fakfak satu Bintuni 19, Kabupaten Sorong 29, Kota Sorong 17, Raja Ampat 15. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Gugus Tugas Provinsi, Tim Gugus Tugas Kabupaten, para dokter, para tim medis, ASN dari dinas kesehatan provinsi dan kabupaten yang sudah kerja maksimal, dan puji Tuhan dari hasil kerja maksimal ini empat di Manokwari sudah disembuhkan dan sudah negatif dan sudah kembali bersama dengan keluarga, mari kita tepuk tangan untuk kita semua,’’ pesann Gubernur Mandacan.

Kemudian Gubernur menyerahkan tiga surat keterangan sehat dari Rumah Sakit kepada ketiga pasien sehat, dan disusul dengan pemberian tiga ikat kembang yang diserahkan para dokter yang merawat para pasien.

Acara penyerahaan pasien sehat ini dihadiri juga oleh LO BNPB Pusat untuk Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat dan Juru Bicaranya, Pejabat Bupati Manokwari, Ketua IDI Manokwari serta tim medis.

Tiga Pasien Covid-19 di RS Provinsi Papua Barat Dinyatakan Sembuh

MANOKWARI ,sorongtvnews.com -Lagi, tiga pasien positif covid-19 yang dirawat di fasilitas Karantina Kesehatan Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat dinyatakan sembuh. Mereka adalah Haji Abdullah Appe (62) La Mara (65) Ruth Dolly Pagawak (20).

Hal ini diumumkan secara resmi oleh tim gugus tugas covid-19 Provinsi Papua Barat yang dirangkaikan acara pelepasan dan pemulangan tiga pasien tersebut di fasilitas karantina kesehatan Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Sabtu (16/05/2020) sore. Ketiga pasien ini dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif dan dua kali hasil swab atau pemeriksaan sampel laboratoriumnya dinyatakan negatif.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang hadir dan melepas secara resmi kepulangan ketiga pasien ini, mengucapkan rasa syukur dan apresiasi, baik kepada pasien tersebut dan maupun seluruh tim doktet dan paramedis. “Puji tuhan, harini tiga orang dinyatakan sembuh, kesembuhan ini adalah kehendak tuhan yang maha kuasa yang harus kita syukuri,” ucap Dominggus.

Gubernur Dominggus pada kesempatan itu, menyerahkan surat keterangan sembuh dari fasilitas karantina kesehatan Rumah Sakit Provinsi Papua Barat untuk ketiga pasien tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat yang juga sekertaris gugus tugas covid-19, Otto Parorongan, juga mengapresiasi kepada seluruh tenaga dokter dan paramedis. “Semoga kesembuhan ini, akan terus diikuti oleh pasien-pasien yang tengah dirawat saat ini,” ucapnya. Pantauan media ini, usai pelepasan, ketiga pasien tersebut didampingi tim medis langsung diantar kembali ke kelurgaya masing-masing.

Sumber: http://www.sorongtvnews.com/2020/05/16/tiga-pasien-covid-19-di-rs-provinsi-papua-barat-dinyatakan-sembuh/

Lepas Pasien Positif COVID-19 yang Sembuh, Ini Ungkapan Plh. Bupati Manokwari

 Pasien positif COVID-19 asal Kabupaten Manokwari yang telah dinyatakan sembuh, dipulangkan kembali ke keluarganya. Acara pelepasan dilaksanakan di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Senin (11/5/2020).

Acara pemulangan pasien yang sembuh, yang diketahui bernama Adam, ini dihadiri Plh. Bupati Manokwari, Edi Budoyo; Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan; Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap; Sekda Kabupaten Manokwari yang juga Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita; serta unsur Forkopimda Kabupaten Manokwari.

Hadir juga Ketua Fasilitas Karantina RS. Provinsi Papua Barat, dr. Viktor Eka Nugrahaputra serta para petugas medis di rumah sakit tersebut. Acara pelepasan pasien ini dipenuhi sukacita para petigas medis rumah sakit yang ditandai dengan pemberian bunga kepada pasien sembuh dan pelepasan balon oleh pasien sembuh tersebut.

Dalam kesempatan itu, Plh. Bupati Manokwari, Edi Budoyo, mengatakan, pasien berhasil sembuh dari COVID-19 karena mengikuti anjuran pemerintah dan petugas kesehatan yang merawatnya.

“Ini menggembirakan dan ini menjadi sejarah bagi Kabupaten Manokwari karena baru kali ini ada penderita COVID-19 bisa sembuh,” ujarnya.

Menurutnya, kesembuhan Adam merupakan peristiwa luar biasa dan menggembirakan.

“Selamat kepada Pak Adam dan keluarga, semoga di kehidupan sehari-hari tetap mengikuti anjuran pemerintah dan petugas kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Adam menyampaikan bahwa kesembuhannya karena kuasa Tuhan. Dia juga berterima kasih kepada para dokter, perawat, dan petugas kesehatan rumah sakit yang selama ini merawatnya.

“Terima kasih karena selama di sini dirawat dan dilayani dengan baik, keluhan dipenuhi. Banyak terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu yang suport dan melepas saya kembali ke keluarga,” tukasnya.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Adam juga mendapat bantuan dari Kerukunan Keluarga Sukawesi Selatan (KKSS) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Papua Barat.

sumber: https://suaramandiri.co/2020/05/11/lepas-pasien-positif-covid-19-yang-sembuh-ini-ungkapan-plh-bupati-manokwari/

Kabar Gembira, Dua Pasien Positif COVID-19 di Papua Barat Sembuh

MANOKWARI – Dua (2) pasien positif COVID-19 di Papua Barat dinyatakan sembuh. Keduanya dinyatakan sembuh setelah melalui dua kali pemeriksaan hasilnya negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, mengatakan, dua pasien positif yang sembuh ini yakni satu (1) dari Sorong dan satu (1) dari Manokwari. Keduanya merupakan pasien laki-laki.

Menurutnya, pasien sembuh dari Kabupaten Manokwari merupakan satu di di antara dua orang pertama yang dinyatakan positif beberapa waktu lalu.

“Jadi ini pertama kali di Papua Barat pasien positif sembuh,” tegasnya.

Senin (11/5/2020), lanjut Tiniap, keduanya dilepas kembali ke keluarganya. Untuk itu, dia berharap keluarga dan masyarakat kembali menerima keduanya karena sudah sembuh.

“Karena ini pertama (pasien positif COVID-19) yang sembuh, sehingga kita ada acara seremoni untuk melepasnya,” tukasnya. (SM7)

sumber: https://suaramandiri.co/2020/05/10/kabar-gembira-dua-pasien-positif-covid-19-di-papua-barat-sembuh/

Situasi Terkini Perkembangan Covid19 Di Papua Barat Tanggal 09 Mei 2020

Jumlah kumulatif Positif Covid-19 di Papua Barat per hari ini masih tetap berjumlah 53 Orang, berikut  gambaran situasi perkembangan jumlah OTG, ODP, PDP dan jumlah Positif Covid -19 pada Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat   :

Orang Tanpa Gejala (OTG)

 Hari ini bertambah 76 Orang, dari Kabupaten Teluk Bintuni  70 Orang dan 6 Orang dari Kabupaten Kaimana,  berikut sebarannya baik yang masih dalam pemantauan ataupun yang telah selesai pemantauan : 

  1. Kabupaten Fak fak Total OTG 6 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 6 Orang;
  2. Kabupaten Kaimana Total OTG 24 Orang, dalam pemantauan 19 Orang, dan selesai pemantauan 5 Orang;
  3. Kabupaten Teluk Wondama Total OTG 14 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 14 Orang;
  4. Kabupaten Teluk Bintuni Total OTG berjumlah 177 Orang, masih dalam pemantauan 124 Orang dan telah selesai pemantauan 53 Orang;
  5. Kabupaten Manokwari Total OTG berjumlah 123 Orang, masih dalam pemantauan 34 dan 89 Orang telah selesai pemantauan;
  6. Kabupaten Sorong, Total OTG berjumlah 127 Orang, masih dalam pemantauan 118 Orang dan yang telah selesai pemantauan 9 Orang;
  7. Kabupaten Raja Ampat, Total OTG berjumlah 78 Orang, masih dalam pemantauan sebanyak 64 Orang dan yang telah selesai pemantauan 14 Orang;
  8. Kabupaten Manokwari Selatan Total OTG berjumlah 26 Orang, masih dalam pemantauan sebanyak 3 Orang dan yang selesai pemantauan 23 Orang
  9. Kota Sorong, Total OTG berjumlah 134 Orang, masih dalam pemantauan berjumlah 56 Orang dan telah selesai pemantauan berjumlah 78 Orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP)

hari ini bertambah 2 Orang dari Kabupaten Fak fak, dan berikut sebaran ODP baik yang masih dalam pemantauan dan yang sudah selesai pemantauan  : 

  1. Kabupaten Fakfak total 220  Orang, masih dalam pemantauan 10 Orang dan 210 Orang yang telah selesai pemantauan;
  2. Kabupaten Kaimana 16 Orang, masih dalam pemantauan 1 Orang dan yang telah selesai pemantauan 15 Orang;
  3. Kabupaten Teluk Wondama total 20 Orang, 2 Orang masih Pemantauan dan yang telah selesai pemantauan sebanyak 18 Orang;
  4. Kabupaten Teluk Bintuni Total 5 Orang, masih dalam pemantauan 2 Orang dan telah selesai pemantauan 3 Orang;
  5. Kabupaten Manokwari total 199 Orang, masih dalam pemantauan 8 Orang dan 191 orang yang telah selesai pemantauan;
  6. Kabupaten Sorong Selatan total 109 Orang, masih dalam pemantuan 1 orang dan 108 orang yang telah selesai pemantauan
  7. Kabupaten Sorong Total 59 Orang, masih dalam pemantauan 4 Orang dan 55 Orang telah selesai pemantauan;
  8. Kabupaten Raja Ampat total 96 Orang, masih dalam pemantauan 61 Orang dan 35 Orang yang telah selesai pemantauan;
  9. Kabupaten Manokwari Selatan Total 9 Orang, telah selesai pemantauan 9 orang;
  10. Kabupaten Pegunungan Arfak Total 3 Orang dan yang telah selesai pemantauan sebanyak 3 Orang.
  11. Kota Sorong total 155 Orang, masih dalam pemantauan 21 Orang dan yang telah selesai pemantauan 134 Orang;

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 

Hari ini tidak ada penambahan dan berikut sebaran PDP baik yang masih dalam pemantauan dan yang sudah selesai pemantauan  : 

  1. Kabupaten Kaimana 1 Orang, telah selesai pengawasan 1 Orang.
  2. Kabupaten Teluk Bintuni 2 Orang  dan  telah selesai pengawasan 2 Orang ;
  3. Kabupaten Manokwari Total 9 Orang, dalam pengawasan 1 Orang, dan yang telah selesai pengawasan 8 Orang;
  4. Kabupaten Sorong Selatan total 3 Orang, telah selesai pengawasan 3 Orang;
  5. Kabupaten Sorong 1 Orang, masih dalam pengawasan 1 Orang;
  6. Kabupaten Raja Ampat Total 7 Orang, 6 Orang masih dalam pengawasan dan 1 Orang telah selesai pengawasan;
  7. Kabupaten Tambrauw 1 Orang, telah selesai pengawasan 1 Orang;
  8. Kabupaten Manokwari Selatan 1 Orang, dalam pengawasan 1 Orang;
  9. Kota Sorong Total 33 Orang, yang masih dalam pengawasan 7 Orang, dan yang telah selesai pengawasan 26 Orang;

Pemeriksaan Laboratorium,

Hingga kini, hasil pemeriksaan yang sudah keluar sebanyak 262 sampel dengan hasil :

  • 53 sampel Positif (+)
  1. Kab. Teluk Bintuni 11 Orang
  2. Kab. Manokwari 6 Orang
  3. Kab. Sorong 12 Orang
  4. Kab. Raja Ampat 14 Orang
  5. Kab. Manokwari Selatan 1 Orang
  6. Kota Sorong 9 Orang
  • 209 sampel Negatif (-)
  1. Kab. Kaimana 6 Orang 
  2. Kab. Teluk Bintuni 24 Orang
  3. Kab. Manokwari 29 Orang 
  4. Kab. Sorong 10 Orang
  5. Kab. Raja Ampat 49 Orang
  6. Kab. Tambrauw 1 Orang
  7. Kab. Manokwari Selatan 4 Orang
  8. Kota Sorong 86 Orang 

Kasus Meninggal sebanyak 10 (sepuluh) orang sebagai berikut :

  • PDP Positif (+) 1 Orang ; dari Kota Sorong 
  • PDP 9 Orang ; dari Kota Sorong 7 Orang, Kabupaten  Manokwari 1 Orang dan Kabupaten Teluk Bintuni 1 Orang

Sembuh :

  • 0 Orang

#SELALUWASPADA

#JANGLUPAPAKEMASKER

#SELALUCUCITANGANPAKESABUN

SEMOGA TUHAN MELINDUNGI DAN MENJAGA KITORANG SEMUA.

PI&HUMAS 09/05/2020

sumber: https://dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/situasi-terkini-perkembangan-covid19-di-papua-barat-tanggal-09-mei-2020

RSUD Provinsi Papua Barat: “Demi Covid-19 Kami Hadir Sebelum Waktunya”

Tak seorangpun di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang menyangka bahwa gedung RSUD Provinsi Papua Barat akan difungsikan pada awal 2020. Rencananya, gedung ini baru akan difungsikan sebagai Rumah Sakit Umum paling cepat pada awal 2021. Pandemi Covid-19 merubah banyak hal dalam peradaban manusia dan kemanusiaan (klik Hal Yang Hilang Dan Yang Tidak Boleh Hilang). Pandemi Covid-19 juga merubah rencana terkait RSUD Provinsi Papua Barat, sehingga saat ini sudah digunakan sebagai Fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Provinsi Papua Barat.

Tiga minggu yang lalu, tanggal 17 April 2020 sore, gedung RSUD Provinsi Papua Barat dipaksa oleh keadaan untuk merawat dua orang pasien dengan konfirmasi Covid-19. Akan terukir dalam sejarah kesehatan Provinsi Papua Barat bahwa inilah dua orang pertama yang menikmati fasilitas baru RSUD Provinsi Papua Barat. Keduanya berinisial nama depan dengan huruf A. Tampaknya cocok juga, karena huruf A menjadi huruf yang paling pertama dalam deretan alfabetik. Fasilitas RSUD Provinsi Papua Barat dinikmati pertama kali bukan oleh penduduk yang berdomisili di wilayah Provinsi Papua Barat, tetapi Provinsi Papua. Inipun dapat bermakna filosofis yang agung. RSUD Provinsi Papua Barat harus memberi manfaat, bukan hanya bagi penduduk Papua Barat, tapi bagi semua sesama manusia yang membutuhkannya. Tidak pandang suku, agama dan status sosial-ekonomi pasien, semua harus bisa dilayani.

Jika lazimnya launching sesuatu itu dilakukan dengan meriah dan penuh sorak sorai, maka “launching” RSUD Provinsi Papua Barat diliputi oleh suasana kecemasan. Cemas, karena ada sekelompok masyarakat yang tidak menghendaki kehadiran kedua pasien tersebut dirawat di RSUD Provinsi Papua Barat. Mereka meyakini hal tersebut akan membahayakan masyarakat di sekitarnya. Pemalangan pintu gerbang masuk-keluar RS-pun dilakukan oleh beberapa orang, sehingga sebagian besar tenaga kesehatan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, untuk sementara waktu terkurung di dalam lingkungan RSUD Provinsi Papua Barat.

Jika lazimnya launching sesuatu itu dilakukan dengan pengguntingan pita, maka “launching” RSUD Provinsi Papua Barat dilakukan dengan pembukaan palang di pintu gerbang RS di malam hari tanggal 17 April 2020. Memang, banyak keunikan di seputar “kelahiran prematur” RSUD Provinsi Papua Barat.

Tanggal 17 April 2020 akan dikenang selalu oleh insan kesehatan di Provinsi Papua Barat. Bisa diusulkan tanggal ini sebagai Hari Jadi-nya RSUD Provinsi Papua Barat. Walaupun, belum seluruh fasilitas RSUD Provinsi Papua Barat tuntas disiapkan, tetapi harus hadir sebelum waktunya demi memperkuat benteng pertahanan melawan Covid-19 (klik RSUD Provinsi Papua Barat: Sampai Di Mana Sekarang?2019-nCoV Menyerang, Manusia Bertahan). Sesungguhnya, bukan pandemi Covid-19 yang membuat semuanya ini terjadi, tetapi kehendak Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berdaulat./ -DoVic 090520-

sumber: https://dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/rsud-provinsi-papua-barat-demi-covid19–kami-hadir-sebelum-waktunya

Lebih Dari 10 Tenaga Medis RSU Manokwari Positif Rapid Test Covid-19

Dikutip dari https://papuakini.co/2020/05/08/lebih-dari-10-tenaga-medis-rsu-manokwari-positif-rapid-test-covid-19/ , terdapat lebih ebih dari 10 tenaga medis di RSU Manokwari, khususnya, di bagian pertolongan persalinan, positif rapid test Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap melalui video conference berujar “Saya dengar lebih dari 10 orang positif rapid test di ruang pertolongan persalinan. Totalnya saya belum tahu,” Jumat (08/05/2020).

Perlu diingat bahwa positif hasil rapid test belum tentu positif Covid-19, karena hasil akhir tetap ditentukan pemeriksaan swab PCR di laboratorium resmi pemerintah.

Tiniap mengatakan belum tahu dari mana para tenaga medis itu terpapar, walau tak tertutup kemungkinan mereka tertular dari ibu dari Warmare yang sempat tak jujur tentang riwayat perjalanannya.

Seperti diberitakan papuakini.co sebelumnya, tenaga medis ruang persalinan RSU Manokwari kini ditutup sementara, sedangkan para tenaga medisnya menjalani karantina.

Terkait pemeriksaan lab swab PCR se-Papua Barat, Tiniap mengatakan dari total 262 orang, yang negatif 209 sedangkan positif 53.(an/dixie)

sumber: https://papuakini.co/2020/05/08/lebih-dari-10-tenaga-medis-rsu-manokwari-positif-rapid-test-covid-19/

Situasi Terkini Perkembangan Covid-19 Di Papua Barat Tanggal 05 Mei 2020

Hari ini terjadi penambahan 6 kasus positif di Kabupaten Raja Ampat, sehingga jumlah kumulatif positif Covid-19 di Papua Barat menjadi 49 Orang, berikut  gambaran situasi perkembangan jumlah OTG, ODP, PDP dan jumlah Positif Covid -19 pada Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat   :

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Hari ini tidak ada penambahan, Berikut sebarannya baik yang masih dalam pemantauan dan yang telah selesai pemantauan : 

  1. Kabupaten Fak fak Total OTG 6 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 6 Orang;
  2. Kabupaten Kaimana Total OTG 18 Orang, dalam pemantauan 14 Orang, dan selesai pemantauan 4 Orang;
  3. Kabupaten Teluk Wondama Total OTG 14 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 14 Orang;
  4. Kabupaten Teluk Bintuni Total OTG berjumlah 107 Orang, masih dalam pemantauan 54 Orang dan telah selesai pemantauan 53 Orang;
  5. Kabupaten Manokwari Total OTG berjumlah 105 Orang, masih dalam pemantauan 21 dan 84 Orang telah selesai pemantauan;
  6. Kabupaten Sorong, Total OTG berjumlah 127 Orang, masih dalam pemantauan 118 Orang dan yang telah selesai pemantauan 9 Orang;
  7. Kabupaten Raja Ampat, Total OTG berjumlah 70 Orang, masih dalam pemantauan sebanyak 63 Orang dan yang telah selesai pemantauan 7 Orang;
  8. Kabupaten Manokwari Selatan Total OTG berjumlah 26 Orang, masih dalam pemantauan sebanyak 3 Orang dan yang selesai pemantauan 23 Orang
  9. Kota Sorong, Total OTG berjumlah 129 Orang, masih dalam pemantauan berjumlah 60 Orang dan telah selesai pemantauan berjumlah 69 Orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Tambahan hari ini 5 Orang, 3 Orang di Kabupaten Raja Ampat dan 2 Orang di Kota Sorong, berikut sebaran ODP baik yang masih dalam pemantauan dan yang sudah selesai pemantauan  : 

  1. Kabupaten Fakfak total 218  Orang, masih dalam pemantauan 82 Orang dan 136 Orang yang telah selesai pemantauan;
  2. Kabupaten Kaimana 16 Orang, masih dalam pemantauan 1 Orang dan yang telah selesai pemantauan 15 Orang;
  3. Kabupaten Teluk Wondama total 18 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 18 Orang;
  4. Kabupaten Teluk Bintuni Total 5 Orang, masih dalam pemantauan 2 Orang dan telah selesai pemantauan 3 Orang;
  5. Kabupaten Manokwari total 196 Orang, masih dalam pemantauan 7 Orang dan 189 orang yang telah selesai pemantauan;
  6. Kabupaten Sorong Selatan total 109 Orang, masih dalam pemantuan 3 orang dan 106 orang yang telah selesai pemantauan
  7. Kabupaten Sorong Total 57 Orang, masih dalam pemantauan 4 Orang dan 53 Orang telah selesai pemantauan;
  8. Kabupaten Raja Ampat total 89 Orang, masih dalam pemantauan 58 Orang dan 31 Orang yang telah selesai pemantauan;
  9. Kabupaten Manokwari Selatan Total 9 Orang, telah selesai pemantauan 9 orang;
  10. Kabupaten Pegunungan Arfak Total 3 Orang dan yang telah selesai pemantauan sebanyak 3 Orang.
  11. Kota Sorong total 152 Orang, masih dalam pemantauan 25 Orang dan yang telah selesai pemantauan 127 Orang;

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 

hari ini  ada penambahan 1 Orang di Kabupaten Raja Ampat, berikut sebaran PDP baik yang masih dalam pemantauan dan yang sudah selesai pemantauan  : 

  1. Kabupaten Kaimana 1 Orang, telah selesai pengawasan 1 Orang.
  2. Kabupaten Teluk Bintuni 2 Orang  dan  telah selesai pengawasan 2 Orang ;
  3. Kabupaten Manokwari Total 9 Orang, dalam pengawasan 3 Orang, dan yang telah selesai pengawasan 6 Orang;
  4. Kabupaten Sorong Selatan total 3 Orang, telah selesai pengawasan 3 Orang;
  5. Kabupaten Sorong 1 Orang, masih dalam pengawasan 1 Orang;
  6. Kabupaten Raja Ampat Total 5 Orang, 5 Orang masih dalam pengawasan
  7. Kabupaten Tambrauw 1 Orang, telah selesai pengawasan 1 Orang;
  8. Kabupaten Manokwari Selatan 1 Orang, dalam pengawasan 1 Orang;
  9. Kota Sorong Total 32 Orang, yang masih dalam pengawasan 7 Orang, dan yang telah selesai pengawasan 25 Orang;

Pemeriksaan Laboratorium,

Hasil pemeriksaan yang sudah keluar sebanyak 232 sampel dengan hasil :

  • 49 sampel Positif (+)
  1. Kab. Teluk Bintuni 11 Orang
  2. Kab. Manokwari 6 Orang
  3. Kab. Sorong 12 Orang
  4. Kab. Raja Ampat 10 Orang
  5. Kab. Manokwari Selatan 1 Orang
  6. Kota Sorong 9 Orang
  • 183 sampel Negatif (-)
  1. Kab. Kaimana 6 Orang 
  2. Kab. Teluk Bintuni 24 Orang
  3. Kab. Manokwari 29 Orang 
  4. Kab. Sorong 10 Orang
  5. Kab. Raja Ampat 23 Orang
  6. Kab. Tambrauw 1 Orang
  7. Kab. Manokwari Selatan 4 Orang
  8. Kota Sorong 86 Orang 

Kasus Meninggal sebanyak 10 (sepuluh) orang sebagai berikut :

  • PDP Positif (+) 1 Orang
  • PDP 9 Orang

Sembuh :

  • 0 Orang

” DORANG YANG POSITIF CORONA KALO SU DIKARANTINA/ISOLASI TRA KAN MENULAR KE KITONG YANG ADA DIRUMAH KARNA DA PU JARAK MENULAR TU SATU METER, JADI MARI TONG SAMA – SAMA JAGA JARAK, PAKAI MASKER DAN SERING-SERING CUCI TANGAN PAKAI SABUN, AGAR TONG SEMUA BISA TERHINDAR DARI VIRUS CORONA INI “.

#STOPPENOLAKANPASIEN.

#DUKUNGKESEMBUHANPASIENPOSITIFCORONA.

SEMOGA TUHAN MELINDUNGI DAN MENJAGA KITORANG SEMUA.

PI&HUMAS 05/05/2020

sumber: https://dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/situasi-terkini-perkembangan-covid19-di-papua-barat-tanggal-05-mei-2020

Dukunglah Kami di RS Darurat Covid19 Sorong

Berawal dari surat Pengurus Daerah Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Papua Barat nomor 010/PERSI-PB/III/2020 tertanggal 20 Maret 2020 yang ditujukan kepada Bupati Sorong dan Walikota Sorong serta ditembuskan kepada Gubernur Papua Barat gagasan ini bermula. Salah satu butir dalam surat tersebut menyatakan bahwa PERSI Papua Barat merekomendasikan untuk menjadikan gedung eks RSUD Kabupaten Sorong yang terletak di Jalan Kesehatan nomor 26 Kampung Baru Kota Sorong sebagai sentra/pusat layanan dan rujukan Covid-19. Adapun dalam menjalankan Rumah Sakit tersebut ditopang oleh dana, alat kesehatan dan tenaga kesehatan dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong. Gagasan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah dokter di wilayah Sorong.

Merespon gagasan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menugaskan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes. untuk memfasilitasinya melalui sebuah pertemuan. Pertemuan yang dihadiri beberapa pihak, baik dari Dinas Kesehatan serta RSUD Kota dan Kabupaten Sorong maupun PERSI Papua Barat, dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2020 di Ruang Rapat Kantor Inspektorat Kabupaten Sorong. Pada akhirnya, peserta pertemuan menyepakati untuk merealisasikan gagasan tersebut dan akan menindaklanjutinya dengan pertemuan lanjutan untuk lebih mengkonkritkan langkah-langkah bersama ini.

Selanjutnya, pada tanggal 4 April 2020 Bupati Sorong dan Walikota Sorong melayangkan surat kepada Gubernur Papua Barat untuk Penetapan RS Darurat Covid-19 Kota dan Kabupaten Sorong. Dan melalui Surat Keputusan Gubernur nomor 440/94/4/2020 tertanggal 21 April 2020 RS Darurat Covid-19 tersebut ditetapkan keberadaannya. Letkol Ckm Adrianus Y.T. Ayomi, SE, yang dipercayakan untuk memimpin RS Darurat Covid-19 tersebut menyambut baik kehadiran RS ini. “Bagi saya sebenarnya ide membentuk RS Darurat ini sangat baik, mengingat keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis tertentu di wilayah Sorong. Sehingga agar lebih fokus dalam pelayanan serta lebih efektif dan efisien kita satukan dalam wadah RS Darurat Covid-19 ini,” ungkap Ayomi yang juga adalah Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 17.04.01 Sorong.

“Saat ini, RS Darurat Covid-19 Kota dan Kabupaten Sorong masih sedang menjalani beberapa renovasi ruangan dan gedung, termasuk ruangan laboratorium. Untuk maksud ini, Pemerintah Kota telah menyiapkan rekanan untuk mengerjakannya. Jalur evakuasi jenasah pasien yang dirawat juga akan disesuaikan, karena tidak memungkinkan menggunakan jalur lama. Pimpinan RS Darurat Covid-19 juga sedang menyiapkan personil tenaga kesehatan TNI untuk bertugas,” kata dr. Titus Taba, Sp.THT-KL selaku Sekretaris RS Darurat Covid-19.

“Harapannya kami dapat menyiapkan sekitar lima puluh tempat tidur dengan memanfaatkan Ruang Kakak Tua dan Ruang Garuda,” kata Ayomi. Namun, untuk mewujudkan ini semua, Ayomi dan jajarannya perlu didukung penuh. Pihak-pihak yang sejak awal mendukung kehadiran RS Darurat Covid-19 ini diharapkan dapat konsisten merealisasikan dukungannya. “Kami adalah prajurit TNI yang disumpah untuk selalu siap membantu rakyat di manapun dan dalam keadaan apapun. Jadi perintah Bapak Gubernur Papua Barat, Bapak Walikota Sorong dan Bapak Bupati Sorong adalah amanat kepada kami.” / -DoVic 060520-