Pemprov Papua Barat Siapkan Kapal Pelni Angkut Warganya dari Jayapura

Dikutip dari KABARPAPUA.CO, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat menyediakan kapal pelni untuk memulangkan warganya yang terjebak penutupan transportasi  udara dan kapal laut di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan ada ribuan warga yang masih tertahan di Kota Jayapura dan saat ini bisa pulang, dengan dibukanya kembali akses bandara dan pelabuhan di Papua.

“Ada KM Gunung Dempo yang kami sediakan pada Kamis, 18 Juni 2020, untuk warga Manokwari Raya bisa kembali pulang. Kapal itu akan berangkat dari Jayapura langsung ke Manokwari, tanpa menyinggahi kota lainnya,” kata Domingggus, Selasa 16 Juni 2020.

Dominggus memastikan warga Manokwari Raya yang dari Jayapura sudah melalui prosedur kesehatan dalam penanganan Covid-19.

“Warga yang mau kembali pulang harus menjalani rapid test dan pemeriksaan swab, sehingga yang diberangkatkan hanya mereka yang hasil rapid testnya non reaktif. Jika ada yang reaktif, kami akan tindak lanjuti pemeriksaan swab,” katanya.

Dengan begitu, saat ribuan penumpang tiba di Pelabuhan Manokwari, hanya dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan memeriksa kelengkapan surat sehat dari Provinsi Papua sudah ada atau belum.

Kalau mereka belum dilengkapi surat-surat, maka mereka akan dikarantina selama 14 hari setibanya di Manokwari. Namun, jika mereka tiba dengan surat-surat lengkap, maka langsung berkumpul bersama keluarga,” kata Dominggus yang juga Kepala Suku Besar Arfak ini. *** (Irsye Simbar)

sumber: https://kabarpapua.co/pemprov-papua-barat-siapkan-kapal-pelni-angkut-warganya-dari-jayapura/

Refocusing Anggaran Menuju New Normal, Hibah ke Rumah Sakit Swasta akan Dipangkas

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari akan melakukan refocusing anggaran untuk menuju tatanan kehidupan baru (New Normal). Untuk itu, rencana pemberian hibah kepada empat rumah sakit di Manokwari akan dipotong.

Di dalam rincian anggaran penanganan Covid-19, ada hibah dari Pemkab Manokwari kepada empat rumah sakit di Manokwari. Dalam rincian itu disebutkan bahwa setiap rumat sakit mendapat dana hibah sebesar Rp 1 miliar.

Namun, menurut Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring, dana hibah itu akan direfocusing untuk kebutuhan rapid test dan penyediaan sarana prasarana fasilitas karantina.

Rencana pemberian hibah, kata dia, karena pada awalnya dikhawatirkan terjadi lonjakan pasien, sehingga tidak bisa ditampung semuanya di rumah sakit pemerintah. Sebab, daya tampung ruang isolasi di BLUD RSU Manokwari terbatas. Namun, hingga saat ini kekhawatiran itu tidak terjadi.

Oleh karena itu hibah direfocusing. Semua anggaran akan disesuaikan menuju New Normal. Mengingat dan menimbang perkembangan ini, rencana pemberian dana hibah itu akan direfocusing sesuai kebutuhan,” tandasnya.

sumber: https://suaramandiri.co/2020/06/10/refocusing-anggaran-menuju-new-normal-hibah-ke-rumah-sakit-swasta-akan-dipangkas/

Ketua DPR Papua Barat Minta Jangan Paksakan New Normal

Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor meminta Pemprov tidak memaksakan penerapan New Normal kalau masyarakar belum siap melaksanakannya.

“Meski pusat instruksikan, daerah Harus siap dulu. Kalau masyarakat sendiri belum siap maka jangan paksakan,” ujarnya di gubernuran, Rabu (10/06/2020) siang tadi.

Dia menilai Papua Barat belum siap melaksanakan New Normal jika dilihat dari jumlah terkonfirmasi positif dan angka kesembuhan.

“Kasus yang terjadi katakan 10, turun jadi 1, itu berarti daerah sudah siap, tapi kalau sekarang belum siap,” ungkapnya.

Dia lalu menyerukan sosialisasi intens dilakukan sampai di pedalaman.

“Gugus tugas sudah bekerja bagus, tapi semua divisi yang terlibat dalam gugus tugas harus ikut bekerja, tidak hanya TNI Polri,” ingatnya.

Dia lalu mengatakan masyarakat belum benar-benar paham, ditambah lagi dengan adat budaya.

“Misalkan 1 kena kemudian meninggal dan semua warga datang di situ, pasti bisa terpapar. Ini harus diberikan pemahaman lagi,” ingatnya.

Dia lalu mengatakan, DPRD siap membentuk satuan tugas untuk untuk turun di wilayah Sorong Raya dan Manokwari Raya melakukan pendataan lapangan, sehingga bisa memberi masukan pada Gugus Tugas Covid-19.

“Apakah sudah siap atau tidak nanti kita akan turun lapangan. Kondisi daerah harus jadi pertimbangan bagi kita,” tandasnya.(an/njo)

sumber: https://papuakini.co/2020/06/10/ketua-dpr-papua-barat-minta-jangan-paksakan-new-normal/

Sabtu, Kabupaten Bintuni Tambah Tiga Orang Positif COVID 19

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat per Sabru (6/6/2020) merilis penambahan tiga orang terpapar COVID-19 Papua Barat yang berasal dari Kabupaten Bintuni.

Dengan penambahan tiga orang positif Kabupten Teluk Bintuni menduduki urutan kedua terbanyak pasien COVID-19 Papua Barat dengan 48 orang positif, negatif 288 orang sembuh 35 orang, sehingga total orang yang telah diperiksa dan diambuil swabnya 336 orang.

‘’Situasi epidemic total yang diperiksa swabn yang laporannya diterima Gugus Tugas Papua Barat pada Sabtu (6/6) berjumlah 1.081 orang, yang negatif 903 orang atau (83,5%), orang yang positif 178  orang atau (16,5%), hari ini ada tambahan tiga (3) orang positif dari Kabupaten Teluk Bintuni,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan secara virtual atau zoom , Sabtu (6/6/2020) di Manokwari.

Jubir Gugus Tugas Papua Barat mengatakan, Orang Tanpa Gejala (OTG), tambahan hari ini  92 orang dari Kota Sorong 70 orang, Kabupaten Bintuni 14 orang dan Kabupaten  Raja Ampat delapan (8) orang, total 1.694 orang , masih dalam pemantauan 702 orang, selesai pemantauan 992 orang.

‘’Orang Dalam Pemantauan (ODP) , tambahan hari ini  13 orang, dari Kabupaten Raja Ampat delapan (8) orang, Kabupaten Fakfak empat (4) orang, Kota Sorong satu (1) orang,  total 1. 0 47orang , masih dalam pemantauan 176 orang, selesai pemantauan 871 orang,’’ ujar dokter Tiniap.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) , lanjut Arnoldus Tiniap ada tambahan hari ini  satu (1) orang dari Kabupaten Sorong Kabupaten , total 88 orang , masih dalam pengawasan 20 orang, selesai pengawasan 68 orang.

‘’Pasien yang sembuh masih seperti data kemarin yaitu 74 orang atau (41,6%.) dari angka pemeriksaan swab yang telah diterima gugus tugas Papua Barat,’’ tambah Arnold Tiniap.

sumber: http://papuadalamberita.com/sabtu-kabupaten-bintuni-tambah-tiga-orang-positif-covid-19/

Ide Cerdas Pemuda Kampung Atasi Warga untuk Tak Kucilkan Pasien Corona Kabupaten Sorong

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Diskriminasi pada pasien CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) terjadi sejak divonsi positif, setelah sembuh pasien Corona yang mau pulang ke keluarga kembali diterpa diskiriminasi bahkan dikucilkan dari lingkungan sosial.

Namun perlakukan itu tidak berlaku di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Dengan adanya COVID-19 justeru mempertebal rasa kemanusian warga Kabupaten Sorong, pemerintah daerah, TNI dan Polri bersama Gugus Tugas Perecapatan Penanganan COVID-19 dalam mengatasi warga agar tidak mengucilkan pasien positif Corona yang sembuh setelah kemabali ke masyarakat.

Ide cerdas yang patut dicontohi warga lain kabupaten dan kota Papua Barat digagas pemuda kampung, bersama kepala kampuung dan kepala desa Kabupaten Sorong untuk tampil sebagai garda terdepan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sorong  menjaga warganya.

Walaupun Gugus Tugas Kabupaten Sorong belum menghadirkan relawan trauma healing dalam mengatasi traumatic piskologis warga dan keluarga pasien COVID-19 di Kabupaten Sorong, tetapi pemuda di Kabupaten Sorong punya satuan tugas tingkat kampung yang warganya terpapar positif Corona.

‘’Terkait relawan trauma healing kita tidak bentuk,  tetapi contoh di beberapa wilayah yang warganya positif Corona, atas inisiatif pemuda, kepala kampung dan kepala desa mereka membentuk satuan tugas di kampung masing-masing. Satuan tugas itu berisi relawan dari masyarakat,’’ ujar Juru Bicra Gugus Tugas Percepatan Penagnganan COVID-19 Kabupaten Sorong, Agustinus H  Wabia. SKM. MKes kepada wartawan menjawab pertanyaan papuadalamberita.com Apa saja kerja satuan tugas yang terdiri dari pemuda-pemuda kampung setempat?

‘’Mereka mempunyai tugas memantau, menginformasikan kepada Gugus Tugas tentang kontak erat pasien positif sudah ke siapa-siapa, setelah pasien di rawat mereka punya tugas secara mandiri membantu bahan makanan kepada keluarga yang ditinggalkan selain Pemda memberi bantuan, relawan-relawan  itu juga memberi bantuan,’’ jelas juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Sorong.

Tidak selesai sampai disitu, satuan tugas di kampung juga bertugas memberikan informasi pada warga setempat bahwa ada pasien yang sudah sembuh dan mau kembali rumah.

‘’Saat pasien sembuh dan kembali ke rumah, mereka (relawan) menginformasikan bahwa mereka yang sudah sembuh ini tidak dikucilkan, sehingga tidak menimbulkan trauma, tidak menimbulkan efek di masyarakat untuk melakukan hubungan sosial dengan mereka (pasien),’’ tambah Agus Wabia.

Terkait Kabupaten Sorong, sebagai kabupaten yang pasien COVID-19 sembuh terbanyak nomor dua di Papua Barat 19 orang setelah Kabupaten Teluk Bintuni yang memiliki 35 orang positif sembuh apakah akan menghadirkan relawan trauma heling dari Polres Kabupaten Sorong atau dari Polda Papua Barat?

Menurut juru bicara Kabupaten Sorong, bahwa Polres Kabupaten Sorong secara langsung sudah terlibat dalam gugus tugas dan selalu berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Kabupaten.

‘’Polres mereka punya gugus tugas sendiri, nanti berdasarkan hasil ini saya berkoordinasi dengan Kabagops Polres Sorong, apa yang sudah dilakukan, Polres merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari gugus tugas,’’ tutup Agus Wabia adik kandung dari mantan pemain Persipura Jayapura era 1993-2000, Robert Nicson Wabia yang biasa disapa Roni Wabia.

Manokwari Positif Tambah 1, Kota Sorong 1 Meninggal, Corona Belum Mau Bersahabat di Papua Barat

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – CoronaVirus Disease 19 (COVID-9) belum mau diajak bersahabat di Provinsi Papua Barat. Gugus Tugas Percapatan Penanganan COVID-19 Papua Barat per Ahad (7/6/2020) merilis jumlah orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah satu orang dari Kabupaten Manokwari dan bertambah satu Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) meninggal dunia di Kota Sorong.

Pasien AK yang meninggal dunia di RSUD Sele Be Solu adalah pria berusia 51 tahun diketahui sebagai warga Kelurahan Klakublik, Kota Sorong, Papua Barat.

Sedangkan satu pasien positif hari ini asal Kabupaten Manokwari, juru bicara COVID-19 Papua Barat belum merinci data pasien, karena masih dalam penanganan RSUD Manokwari, pasiennya belum di rawat di Rumah Sakit Provinsi, dengan bertambah satu orang di Manokwari, Manokwari saat memiliki tiga pasien Covid-19 yang menjalani perawatan, sedangkan enam orang sebelumnya telah sembuh.

Bertambahnya pasien positif dan meninggal garfik Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat bergerak naik, orang positif di Papua Barat menjadi 279 orang,d an pasien yang meninggal dunia total 18 orang.

Sedangkan jumlah pasien sembuh dalam data kumulatif Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat per Ahad tidak bergerak naik, tetap berjumlah 74 orang.

Jubir Gugus Tugas Papua Barat mengatakan, Orang Tanpa Gejala (OTG) tambahan hari ini  sembilan (9)  orang dari Kabupaten Kaimana lima (5) orang, dan Kabupaten  Raja Ampat empat (4) orang, total 1.703 orang , masih dalam pemantauan 7.010orang, selesai pemantauan 993 orang.

‘’Yang kedua Orang Dalam Pemantauan (ODP), tambahan hari ini  tuju (7) orang, Kabupaten Raja Ampat enam (6) orang, Kabupaten Fakfak satu (1) orang, total 1.054 orang , masih dalam pemantauan 183 orang, selesai pemantauan 871 orang,’’ ujar dokter Arnoldus Tiniap yang didamp;ingi Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Sorong, Agus Wabia kepada wartawan dalam siaran persnya secara virtual atau zoom meting, Ahad (7/6/2020) dari Manokwari dan Kabupaten Sorong secara langsung.

Ketiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjut Arnoldus Tiniap harini tida ada tambahan , total sama dengan kemarin Sabtu, berjumlah 88 orang , masih dalam pengawasan 20 orang, selesai pengawasan 68 orang.

‘’Terkait dengan jumlah orang yang diperiksa diambil swab untuk diagnosis sesuai dengan hasil yang sudah di kirim kembali kepada masing- masing kabupaten dan direkap oleh provinsi totalnya 1.134, 955 negatif berarti mencapai 84,2% sementara yang positif 179 atau sama dengan 5,8%.

Dari data kumulatif hari ini, lanjut Jubir Provinsi berarti ada penambahan satu (1) orang positif, berasal dari Kabupaten Manokwari.

“Yang berikut terkait dengan angka kesembuhan hari ini belum ada laporan dari kabupaten akan adanya orang yang dinyatakan sembuh, masi sama dengan kemarin berjumlah 74 orang, 74 orang dari 179 orang berati 41,3%. Jadi angka kesembuhan kita sama dengan 41,7%,’’ tegas Juru Bicara Papua Barat.

Sesuai data-data di atas jika diurutkan dari 13 kabupaten – kota:

Yang Positif:

Kota Sorong 58 orang

Kabupaten Teluk Bintuni 48 orang

Kabupaten Sorong  41 orang

Kabupaten Raja Ampat 16 orang

Kabupaten Manokwari Sembilan (9) orang (hari ini Ahad tambah 1 orang)

Kabupaten Teluk Wondama tiga (3) orang

Kabupaten Fakfak dua (2) orang

Kabupaten Manokwari Selatan satu (1) orang

Kabupaten Kiamana satu (1) orang

Yang Sembuh:

Kabupaten Teluk Bintuni 35 orang

Kabupaten Sorong 19 orang

Kabupaten Raja Ampat 12 orang

Kabupaten Manokwari enam (6) orang

Kabupaten Manokwari Selatan satu (1) orang

Jumlah Meninggal:

Total 18 orang, PDP 14, ODP satu (1) dan kasus positif atau konfirmasih tiga (3), jadi berarti ada tambahan satu orang yang dilaporkan meninggal dari kasusu konfirmasi yaitu berasal dari Kota Sorong.

“Prosentasi kematian itu dihitung dari kasus positif 179, kematian atau 1,7 persen,’’ demikian dijelaskan dr Arnoldus Tiniap.

Dokter Arnoldus menambahkan dalam wacana untuk penerapan new normal dalam dalam kajian perlu disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa sebagian masyarakat masih menganggap kalau orang terinveksi virus corona harus menunjukan gejala.

‘’Kita harus menyampaikan kepada masyarakat, bahwa 80% bahkan lebih bahwa orang yang terinveksi Corona tidak bergejala, itu kita buktikan dengan data-data dari seluruh wilayah Papua Barat dan sebagian besar kota dan kabupaten pasien yang positif dari OTG, artinya sebagian besar tidak bergejala, dan ini perlu diedukasi terus-menerus pada masyarakat.

Dokter Arnold menegaskan bahwa, Karena masyarakat masih berpikiri bahwa positif harus sakit, sehingga masyarakat kadang tidak mau menerima hasil, padahal tidak sadar bahwa dengan kondisi begitu masyarakat berpotensi menularkan kepada orang lain.

‘’Ini harus disampaikan terus agar masyarakat tetap wapada, karena kesiagaan adalah aset, kalau tidak menjaga diri tanpa sadar  satu saat tidak menjaga kondisi kita akan masuk dalam tahapan tidak bergejala dan bisa sakit. (tam)

Insentif Tenaga Medis yang Tangani Pasien COVID-19 Papua Barat Mau Diusulkan ke Pusat

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Janji pemerintah memberikan insentif kepada tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Indonesia termasuk di Papua Barat sampai kini belum juga tiba.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat baru menyurat ke Gugus Tugas kabupaten dan kota untuk segara mengirim nama-nama tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat ke pemerintah pusat untuk pembayaran instifnya.

‘’Tadi ada teman yang ditugaskan mengurus itu, saya dapat informasi, insentif yang dijanjikan bersumber dari pusat, tetapi tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah (Pemda) masing-masaing juga memberikan,’’ ujar Juru Bicara Penanganan COVId-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan menjawab pernyataan papuadalamberita.com dalam pres rilis secara virtual atau zoom meting, Sabtu (6/6/2020) di Manokwari sore.

‘’Kita diminta pusat untuk menyurati ke semua kabupaten dan kota, mereka segera mengirim daftar nama dari tim tenaga kesehatan yang namanya di Surat Keputusan (SK) masing-masing gugus tugas atau pemerintah daerah masing-masing dikirim ke pusat,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas Papua Barat.

Juru Bicara mengatakan, gugus tugas provinsi membantu mengingatkan dan memfasilitasi gugus tugas kabupaten dan kota mengirim daftar nama dari tim tenaga kesehatan (Nakes) untuk dibayarkan.

‘’Tetapi kalau masing-masing pemerintah daerah mengalokasi untuk dibayarkan silahkan, besarannya nanti saya coba tanya lagi, apa kah ada besar yang dijelaskan disitu atau tidak,’’ tambah Tiniap. (tam)

sumber: http://papuadalamberita.com/insentif-tenaga-medis-yang-tangani-pasien-covid-19-papua-barat-mau-diusulkan-ke-pusat/

Pasien COVID-19 Papua Barat yang Sembuh Meningkat, Positif Didominasi Usia 19 -35 Tahun

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Daerah Provinsi papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) Papua Barat memperoleh data per Sabtu (6/6/2020) ada trand peningkatan pasien kasus COVID-19 sembuh meningkat tajam.

‘’Kita lihat ada trand peningkatan kesembuhan dari data rekapan dan yang dilaporkan setiap hari sebenarnya ada trand kesembuhan meningkat tajam dibanding dengan temuan kasus yang positif,’’ ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan menjawab pertanyaan papuadalamberita.com dalam siaran pers yang dilakukan secara virtual atau zoom meting, Sabtu (6/6/2020 di Manokwari.

Dari total pengambilan swab yang diperiksa di laborotorium rujukan sampai Sabtu ini total orang yang telah diperiksa dan diterima Gugus Tugas Provinsi Papua Barat yaitu 1.081 orang, dari 1.081 orang yang negatif 903 orang atau 83,5 %, yang positif 178 orang atau 16,5 %, sedangkan oang yang sembuh 74 orang atau 41,6 %.

‘’Kalau kita lihat paling tidak dibawah 20 persen, sembuh sudah 41,6 %. Kalau untuk temuan kasus positif yang kita perlu nilai adalah penururnan bukan stagnan, jadi penurunan yang signifikan yang diamati dalam kurang waktu tingga minggu,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas Papua Barat.

Dokter Arnoldus Tiniap mengatakan, Gugus Tugas Provinsi Papua Barat telah melakukan pertemuan evaluasi percepatan penanganan COVID-19 di Papua Barat.

‘’Nanti Senin kita bisa lihat semua kabupaten, tadi kita sudah rapat lagi, untuk teman-teman Gugus Tugas di setiap kabupaten dan kota membuat kajian singkat terkait dengan persiapan kita untuk masuk new normal,’’ terang Arnoldus Tiniap.

Jubir Gugus Tugas berharap Senin (7/6/2020) Gugus Tugas Provinsi Papua Barat sudah memperoleh data dari masing-masing kabupaten dan kota untuk menilai dari trand epedemologinya.

‘’Untuk memastikan apakah kita berada di curva menanjak atau mungkin ada kabupaten juga yang sudah mencapai puncak dan menurun,’’ tambah Arnpldus.

Juru bicara menambahkan, bahwa pasien yang positif terpapar COVId-19 di Papua Barat didominasi pasien berusia 19-45 tahun yaitu 70 orang atau 40, 99 %.

Kemudian pasien berusia diatas 50 tahun berjumlah 40 orang atau 22.98 %, urutan ketiga oleh pasien berusia 36-49 tahun yaitu 35 orang atau 19,88 % dan urutan keempat pasien berusia 1-18 tahun 20 orang atau 16,15 %.

UNIPA Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Menuju New Normalisasi

Dikutip dari Manokwari arfaknews – Universitas Papua Manokwari Siap terapkan model Pendidikan berdasarkan tataran hidup baru dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rektor Universitas Papua, melalui Kepala Bagian Kehumasan, Michael Ibo mengatakan sudah ada surat edaran dari Kemenrisek dikti tinggalkami lanjutkan kepada RE untuk dibahasa bersama Senat.

Nanti ada tim yang duduk untuk merancang, model pembelajarannya seperti apa, jelasnya kita berpedoman pada surat edaran Menteri.

Model pendidikan akan disesuaikan dengan kondisi di Tanah Papua dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan, mungkin dalam Minggu depan sudah bisa ditetapkan model pembelajaran, ucap Kabag Humas saat diwawancarai Media ini, Jumat (5/6/2020).

Surat edaran dan petunjuk tentang new Normal, terkait dengan aktivitas kantoran tidak lebih dari 50 persen, hari kerja hanya 5 hari saja dan waktu kerja dari jam 8.30 hingga 15.00 WIT

Sementara untuk model perkuliahannya akan ditetapkan dibahas salama rapat bersama rekor nantinya, jelasnya model pembelajaran akan menerapkan protokol kesehatan.

sumber: http://arfaknews.com/read/4217/Papua-Barat/UNIPA-Bakal-Terapkan-Protokol-Kesehatan-Menuju-New-Normalisasi