Rapid Test Massal akan Dilakukan di Semua Daerah di Papua Barat, Termasuk Daerah Zona Hijau

MANOKWARI – Menuju New Normal, Pemprov Papua Barat akan melaksanakan rapid test massal. Rapid test massal tidak hanya dilaksanakan di Manokwari, tapi di semua daerah, termasuk yang zona hijau.

Menurut Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Pemprov Papua Barat akan membantu daerah di Papua Barat yang masih zona hijau untuk melakukan rapid test massal. Itu dikakukan untuk mengetahui ada tidaknya masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

Namun demikian, kata dia, itu kembali kepada masyarakat apakah mau datang unruk di-rapid test.

“Tapi kita ajak mereka harus datang,” ujarnya di Pasar Wosi, Manokwari, Jumat (3/7/2020).

Untuk rapid test massal di daerah, Gubernur juga akan turun langsung untuk memantaunya.

“Terutama daerah-daerah hijau itu. Kita akan dukung dari provinsi untuk lakukam rapid test seperti hari ini kita lakukan di Pasar Wosi,” tukasnya. (SM7)

sumber: https://suaramandiri.co/2020/07/03/rapid-test-massal-akan-dilakukan-di-semua-daerah-di-papua-barat-termasuk-daerah-zona-hijau/

Pemprov Papua Barat Lakukan Rapid Test Massal Covid-19 di Pasar Wosi

Dikutip dari JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat, melakukan Rapid Test massal bagi para pedagang dan pengunjung di Pasar Wosi, Manokwari, Jumat (3/7/2020).

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mengatakan pemeriksaan Covid-19 melalui Rapid Test tersebut ditargetkan 2.000 orang, baik pedagang maupun pengunjung.

“Kita tidak perlu takut hadapi Virus Corona dan kita juga harus punya tekad dan komitmen untuk melawan dan kalahkan virus tersebut,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengatakan Rapid Test ini dalam rangka Papua Barat menuju ‘New Normal, dan apabila dari hasil pemeriksaan ada yang reaktif, maka dilakukan dengan pemeriksaan swab.

“Perlu diketahui data positif Covid-19 di Papua Barat per 2 Juli 2020, berjumlah 244 orang. Sembuh 170, dirawat 70 orang, dan meninggal dunia 4 orang dari Kota Sorong,” ucap Gubernur.

Untuk itu Gubernur mengajak semua warga agar mendisiplinkan diri, keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan daerah pasar, serta siap melaksankan instruksi atau imbauan pemerintah. Ini penting agar kita aman dan terhindar dari Virus Corona.

“Mari kita juga berdoa untuk para tenaga medis, dokter, suster yang melayani pasien Covid-19, sehingga mereka tetap sehat kuat dalam menjalankan tugasnya agar pasien yang diawat bisa sembuh,” tukas Gubernur.

Sementara, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan, pihaknya hanya memberikan pesan bahwa memang masyarakat tidak perlu kuatir dengan Virus Corona, tetapi jangan sampai kita tidak disiplin.

Apalagi, kata Kapolda pasar merupakan tempat episentrum penyebaran paling utama, karena semua warga berbelanja ke Pasar Wosi.

“Kita ucapkan terimakasih bagi masyarakat yang sudah mau menerima untuk di Rapid Test, karena ini adalah salah satu cara untuk menghindari pasar sebagai penyebaran Virus Corona, dan masyarakat tidak harus menumpuk, dan TNI/Polri mengamankan itu,” tandas Kapolda.

sumber: https://www.jagatpapua.com/pemprov-papua-barat-lakukan-rapid-test-massal-covid-19-di-pasar-wosi/

Cegah Corona, Kapolda Papua Barat Anjurkan Pedagang Pasar Wosi Pakai Face Shield

Dikutip dari PAPUADALAMBERITABERITA.COM. MANOKWARI- Mencegah penyebaran CoronaVirus Disaese 2019 (COVID-19), masyarakat harus mentaati prtokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan termasuk memakai face shield (pelindung muka, red), cara pemakaian itu diperagakan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol DR Tornagogo Sihombing, SIK, MSI dihadapan pedagang Pasar Wosi Manokwari sebelum warga di rapid tes secara masal, Jumat (3/7/2020).

‘’Saya berpesan memang kita tidak perlu kuatir dengan virus, tetapi jangan sampai kita bodoh,  jangan terlalu cemas tapi jangan terlalu bodoh itu kata-kata yang paling tepat, pasar ini epicentrum penyebaran paling utama,  di sini (pasar, red) karena ada kunjungan warga, dari luar Manokwari pun ada disini,’’ ujar Kapolda Papua Bara Irjen Pol DR Tornagogo Sihombing dihadapan pedagan Pasar Wosi, Manokwari sesaat sebelum melakukan rapid tes masal, Jumat (3/7/2020) di Pasar Wosi.

Kapolda mengatakan perlunya pengamanan diri para pedagang dengan APD seperti masker mapun alat pelindung muka.

‘’Banyak masyarakat yang memegang jualan-jualan bapak, dialah yang menyampaikan tawar-menawar kepada bapak-ibu semua,  nah ketika bapak ibu bersentuhan bapak ikut tertular, ibu ikut tertular karena semprotan dari mulutnya, makanya saya pakai masker,’’ jelas Kapolda mencontohkan.

Kapolda menuturkan, jika pedagang tidak memakai masker, yang bagus itu memakai  face shield atau pelindung muka, Kapolda pun memberi contoh Sekprinya memakai pelindung muka yang berdiri disebelah kanannya.

‘’MSaya sampai di pasar bapak dan ibu tidak pakai masker,  yang paling bagus itu ini (sambil memperlihatkan sekprinya yang memakai alat pelindung muka, red), karena bapak-bapak kan jualan,  bapak ibu didatangi masyarakat (pembeli, red) tetapi dengan memakai seperti ini (pelidnung muka, red) bapak-ibu bisa terlindungi,  yang penting bapak ibu pakai sarung tangan plastik kue, jangan terlampau cemas,  bukan berarti kita bodoh itu maksud saya penting,’’ pesan Kapolda Papua Barat.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada warga Psar Wosi yang telah melakukan rapid tes. ‘’Terima kasih bapak-ibu sudah melakukan rapid tes, ini satu cara menghindari pasar sebagai tempat penyebaran virus,  habis ini ada urut-urutannya, kita benahi lingkungan kita,  jadi masyarakat tidak padat di sini,  nanti polisi dan TNI mengamankan masuk keluarnya pembeli, koordinator pengamanan pasar bisa mengatur jangan semua pintu dibuka,  kalau bisa, mana pintu masuk , mana pintu keluar, masyarakat yang masuk ke sini tidak ada yang tidak pakai masker,’’ harap Kapolda kepada pedagang.

‘’Setelah dirapid tes,  mudah-mudahan hasilnya seperti di Pasar Sanggeng dari 310 orang yang di rapid, hanya satu orang reaktif,  kita bersyukur pasar seperti itu cuman satu orang,’’ tambah Kapolda.

Kata Kapolda Papua Barat, Polres,  Polda, Gugus Tugas akan memberikan tanda masuknya warga dari mana ke pasar, karena di pasar Wosi pintu masuknya banyak,  lebih dari 10.

”Kami ke sini untuk memberikan support pada masyarakat, kita saling mengerti untuk keselamatan semua pedagang dan keluarga juga tidak terjangkit.(tam)

sumber: http://papuadalamberita.com/cegah-corona-kapolda-papua-barat-anjurkan-pedagang-pasar-wosi-pakai-face-shield/

Satu Pejabat Pemprov Positif Covid-19

Dikutip dari  papuabaratnews.co – Satu dari 47 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang menjalani pemeriksaan swab telah dinyatakan positif Coronavirus Disease (Covid-19).

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah sebelum dimulainya masa adaptasi normal baru di lingkup pemprov.

“Iya ada 1 orang pejabat eselon II dari hasil tes ada yang positif,” ujarnya di kantor gubernur, Kamis (2/7/2020).

Dia lalu meminta agar seluruh pejabat eselon II di lingkungan pemprov yang belum melakukan pemeriksaan swab agar segera memeriksakan diri sejak awal. Tujuannya adalah mengetahui dengan pasti kondisi sebenarnya pejabat eselon II sebelum dimulainya kembali roda pemerintahan. Selain itu juga untuk meminimalisir potensi penularan bagi keluarga.

“Pejabat yang belum periksa harus segera periksa ya, biar jika ketahuan positif bisa ditangani dengan cepat oleh petugas medis,” harap Dominggus.

Terpisah Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap membenarkan adanya satu pejabat eselon II yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Saat ini pejabat tersebut telah menjalani perawatan intensif secara mandiri dan dalam pengawasan petugas medis.

Kondisi pasien dalam keadaan stabil, sehingga diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan perawatan sampai dinyatakan sembuh.

“Pasien saat ini dalam kondisi stabil kita harapkan dengan perawatan maksimal bisa segera pulih,” pungkasnya. (PB22)

sumber: http://papuabaratnews.co/editorial/satu-pejabat-pemprov-positif-covid-19/

Seorang Pejabat Eselon II di Papua Barat Positif COVID-19

Dikutip Manokwari, BUMIPAPUA.COM– Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membenarkan seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat terkonfirmasi positif COVID-19, usai menjalani test swab massal bagi pejabat di RSUD Papua Barat.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSUD Provinsi Papua Barat. Pejabat tersebut mengikuti test swab massal pada gelombang pertama,” katanya, Jumat (3/7).

Menurut gubernur, hingga saat ini masih ada 13 pejabat eselon II yang belum melakukan swab. Pemeriksaan swab dilakukan dalam rangka menuju tatanan kenormalan baru yang akan dilakukan mulai 14 Juli 2020.

“Pada 14 Juli nanti, seleuruh ASN di Papua Barat sudah harus masuk kantor dan kembali bekerja di kantor. Untuk itu, sebelum kembali ke kantor, harus dilakukan swab bagi ASN termasuk juga kepada masyarakat agar diketahui dengan cepat kesehatan tubuhnya,” ujarnya.

Untuk memutus rantai penyebaran corona, Pemprov Papua Barat juga melakukan rapid test massal bekerja sama dengan kepolisian setempat.

“Rapid test massal telah dilakukan di Pasar ikan Sanggeng Manokwari. Dari 400 orang yang melakukan rapid test, terdapat 1 orang yang reaktif rapid test dan langsung dilakukan swab. Kami masih menunggu hasilnya,” katanya.

Rapid test massal juga dilanjutkan hari ini di Pasar Wosi Manokwari dan terbuka untuk umum.

Juru Bicara Kabupaten Sorong: Anggota TNI yang Positif Berawal dari Istrinya, Puji Tuhan Ketiganya Sudah Sembuh

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sorong, Agus Wabia membenarkan satu anggota TNI di Sorong, serta istri dan anaknya positif COVID-19, namun ketiganya telah sembuh setelah dua kali berturut-turut diambil swabnya.

Ketiga pasien ini ini terkonformasi positif COVID-19 berawal dari hasil pemeriksaan Gugus Tugas Kabupaten Sorong kepada semua anggota posko Gugus Tugas Kabupaten Sorong, dan ditemuka istri dari anggota TNI tersebut reaktif.

‘’Istrinya yang kena (positif, red) duluan di Kabupaten Sorong,  setelah diperiksa anak dan suaminya reaktif,  suaminya tentara (maksudnya TNI, red) istrinya yang anggota Satgas Kabupaten Sorong, suaminya kemungkinan juga Satgas Kasuari,  tapi awalnya kita dapat duluan itu istrinya, setelah itu kita periksa anak dan suaminya kena (positif, red) jadi sama-sama,  terus mereka (suami dan akanynya, red) diisolasi di rumah sakit Aryoko Kota Sorong,’’ jelas juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Sorong yang dihubunggi papuadalamberita.com melalui telepon, Jumat (3/7/2020) siang ini.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas, Agus Wabia, suami dan anak dari ibu itu tinggal di Kota Sorong datanya masuk dalam Gugus Tugas Kota Sorong, sedangkan istrinya di Kabupaten Sorong makanya datanya masuk dalam Gugus Tugas Kabupaten Sorong.

‘’Kkita bagi datanya, Ibu ini karena dia di kita (kabupaten, suami dan anaknya tinggal di kota Sorong masuk datanya di kota,  tetapi untuk follow up kita (kabupaten, red) yang melakukan pemeriksaan swab sejak pertama follow up sampai kesembuhan,’’ ujar Agus Wabia.

Lanjut Agus yang adik kandung dari mantan pemain bola Timnas PSSI, Roni Wabia, bahwa pertama sembuh dan keluar adalah suaminya (anggota TNI, red).

‘’Suaminya yang keluar pertama ,  30 Juni kemarin istri dan anaknya keluar, suaminya sekitar tanggal 24 Juni, ‘’ tambah Agus Wabia.

Ketiga dinyatakan sembuh setelah melwati hasil pemeriksaan swab dua kali berturut-tur dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Laborotorium Laborotorium (BBL) Makassar.

‘’Istrinya ketahuan karena pertama kita rapid tes di posko,  beliau reaktif langsung kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan swab hasilnya positif,  langsung kita kembangkan ke keluarga dapat suami dan anaknya positif lagi keduanya sudah sembuh setelah swab dua kali berturut negatif,’’ ungkap juru bicara Kabupaten Sorong.

Ia menambhkan sampai hari ini (jumat) Kabupaten Sorong per hari tinggal empat 4 kasus positif, tingkat kesembuhan sudah 92,6% dari 4 kasus.

Saat ini tim Gugus Tugas Kabupaten Sorong sementara dengan tim medis mengambiil swab untuk follow up,  follow up yang satu pasien, kalau hari hasilnya negatif,  nanti kita tinggal tiga orang.

Dari empat orang itu, kata Agus  dua orang dikarantina, satu orang dirawat rumah sakit Selebes Kota Sorong, dan satu orang diisolasi di Rumah Sakit Pertamina Kota Sorong, jadi kita sisa empat orang dari 51 yang terkonfiramsi positif COVID-19.(tam)

Kadis Kesehatan Pegaf Meninggal, Keluarga Tolak Protokol Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Keluarga Timotius Nuham, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak yang meninggal di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Azhar Zahir Manokwari, Kamis (2/7/2020), menolak penerapan protokol Covid-19 terhadap jenazah almarhum.

Keluarga menilai pihak rumah sakit tidak transparan dalam memberikan informasi  tentang penyebab kematian anggota keluarga mereka.

Petaryanti Inden, salah satu keluarga almarhum mengungkapkan sejak awal dokter yang memeriksa almarhum tidak memberitahukan kepada mereka perihal sakit yang diderita almarhum.

Dia menuturkan, satu jam sebelum meninggal yaitu pada pukul 10.00 WIT, almarhum menjalani pengambilan swab untuk mengetahui apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Setelah dilakukan pemeriksaan lantas petugas menyampaikan jika hasil akan keluar dalam dua sampai tiga hari kemudian. Namun satu jam kemudian  almarhum meninggal dan pihak rumah sakit menyampaikan jika almarhum meninggal karena Covid-19.

Sontak informasi ini memicu kemarahan pihak keluarga yang langsung memadati areal UGD rumah sakit dan memprotes hasil pemeriksaan swab melalui PCR oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat.

“Saya penasaran,  pas dokter masuk jam 10 pagi dan diperiksa, diambil lendirnya dan saya tanya ke suster dan disampaikan jika lusa baru keluar. Namun tadi tiba-tiba hasilnya keluar setelah bapak meninggal, bapak meninggal satu jam setelah diperiksa dan menyatakan bapak positif (Covid-19, red),” ujarnya kepada Papua Barat News, Kamis (2/7/2020).

Petaryanti mengatakan keluarga menolak penerapan protokol Covid-19  kepada jenazah almarhum karena menurutnya almarhum Timotius Nuham tidak terpapar Covid-19. Dia mengungkapkan almarhum meninggal karena persoalan adat.

“Kami mau jenasah bapak diambil seperti biasa, bukan dengan protokol Covid-19, dimana jenazah harus dilingkar atau dibungkus dengan plastik, karena bapak bukan hewan,” ujarnya.

Dia lalu meminta Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy menindaklanjuti kebenaran laporan hasil pemeriksaan swab almarhum yang terkonfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, hal itu penting agar tidak menimbulkan kepanikan dan kesedihan berlarut bagi keluarga. Selain itu juga sebagai bahan pertimbangan untuk dilakukan pemeriksaan swab bagi anggota keluarga yang sudah kontak langsung dengan almarhum sebelum meninggal.

“Bupati harus menindaklanjuti hasil pemeriksaan ini karena adanya perbedaan informasi yang diterima oleh keluarga. Harus ditanyakan secara detail kepada pihak rumah sakit,” katanya.

Terpisah, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat,  Arnoldus Tiniap membenarkan adanya 1 pasien di RSAL dr Azhar Zahir Manokwari yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melalui pemeriksaan swab sebelum meninggal dunia. Menurutnya pengambilan swab dilakukan pada pukul 10.00 WIT dan langsung dibawa ke RSUD Provinsi untuk menjalani pemeriksaan. Arnoldus mengatakan swab dari RSAL memang diprioritaskan, karena itu pada pukul 13.00 WIT hasil pemeriksaan sudah bisa diperoleh.

Dia mengakui keluarga almarhum menyebut sejumlah gejala yang mengarah pada Covid-19, yang dikeluhkan almarhum sejak dirawat tiga  hari lalu.

“Kita takut keluarga memperlakukan tidak sesuai prosedur maka pemeriksaan swab segera kita lakukan dan utamakan, swab yang lain kita geser. Sekitar jam 13.00 WIT atau jam satu siang hasil keluar kemudian dibawa kesini dan menyampaikannya ke pihak keluarga bahwa hasilnya positif Covid-19,” bebernya.

Arnold menegaskan pengambilan swab dilakukan berdasarkan persetujuan keluarga sebelum almarhum meninggal.

Dia menerangkan pengambilan swab s dilakukan sebelum pasien meninggal, sebab bilamana pasien telah meninggal maka tidak dibenarkan petugas medis melakukan pengambilan swab.

“Pengambilan swab tidak etis dilakukan sesudah pasien meninggal, karena itu dilakukan sebelum almarhum meninggal,” ujarnya.

Dia mengimbau anggota keluarga yang selama sakit merawat almarhum diwajibkan menjalani pemeriksaan swab dan jika ternyata positif, maka harus menjalani karantina selama 14 hari.

Terkait pemulasaran dan pemakaman jenazah, kata Arnoldus, tetap menggunakan standar protokol pemakaman pasien positif Covid-19.

“Hal itu tidak bisa ditawar-tawar, mulai dari tahapan pemulasaran jenasah seperti dibungkus plastik, disemprot desinfektan. Setelah jenazah dibungkus dengan plastik kemudian dimasukan dalam peti untuk dimakamkan. Tidak boleh ada yang membuka peti jenazah,” terangnya.

Andryansah, dokter yang memeriksa pasien sebelum meninggal menegaskan pengambilan swab dan pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur. Pemeriksaan swab juga melibatkan Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat sampai hasil keluar juga disampaikan langsung oleh gugus tugas.

“Kita berkoordinasi dengan gugus tugas mulai dari pemeriksaan hingga pemulasaran dan pemakaman jenazah,” katanya. (PB22)

Pangdam XVIII/Kasuari, 1 Anggota TNI dan Keluarga di Sorong Positif Covid-19, Insallah Mereka Sembuh

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra mengungkapkan ada satu anggota TNI serta keluarganya positif terconfirmasi COVID-19 di Sorong sedang menjalani perawatan di rumah sakit di  Sorong, Papua Barat dan kini berangsur-angsur kesehatannya membaik.

‘’Hampir 1.000 anggota (di Papua Barat, red) kita sudah melakukan pemeriksaan COVID-19 dan di Sorong ada,  sedang ditangani tiga orang,  satu anggota TNI bersama anak dan istrinya kebetulan dia (anggota TNI, red) sebagai gugus tugas COVID-19 Kodam XVIII/Kasuari di Sorong yang melakukan tugas di rumah sakit, kemarin saya sudah dapat informasi bapaknya sudah sehat Insya Allah anak-anak dan istrinya juga sehat,’’ jelas Pangdam XVIII/Kasuari didampinggi Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, Derek Ampnir yang ditemui wartawan saat meninjau pelaksanaan rapid tes masal yang di Pasar Wosi Manokwari, Jumat (3/7/2020) siang ini.

”Menjadi hal yang pokok untuk masuk new normal masyarakat sudah banyak yang kita periksa dibanding dengan jumlah penduduk yang ada kita kalkulasi dengan baik mudah-mudahan kita sudah bisa masuk normal,” sambungnya.

Pangdam mengimbau masyarakat agar sadar datang ke tempat pemeriksaan (rapid tes, red), karena masyarakat banyak belum sadar.

’’Melalui yang sudah kita lakukan begini, mereka dengan sadar datang,  karena saya masih lihat banyak masyarakat kita yang berkeliaran tidak menggunakan masker, kemarin saya ke daerah Kwawi ada rombongan besar yang mengantar jenazah hampir semuanya tidak menggunakan masker,’’ ujar Mayjen Ali Hamdan Bogra prihatin.

Jenderal bintang dua di Kodam XVIII/Kasuari ini menegaskan masyarakat perlu diedukasi, diberi pembelajaran.

‘’Mudah-mudahan rencana saya dua minggu ke depan kita akan gelar edukasi (pembelajaran, red)  terhadap masyarakat secara terbuka,  di samping ini  tetap kita jalankan harus kita lakukan pembelajaran agar masyarakat bisa mengerti,’’ ujar Mayjen TNI Ali Bogra.

Lanjut Mayjen Ali Bogra, Kodam XVIII/Kasuari berencana ke depan insya Allah mudah-mudahan minggu depan kita akan melakukan koordinasi dengan gugus tugas ada untuk kita sama-sama melakukan edukasi kepada masyarakat baru kita gelar rapid tes saya sedang merancang sekarang,  didukung FKPPI kita mereka sementara latihan di Kodim, mudah-mudahan latihannya kalau sudah bagus kita bisa komunikasikan dengan gugus supaya kita bisa edukasi kepada masyarakat secara terbuka,’’ ujar Pangdam lagi.(tam)

Bintuni Masuk Wilayah Resiko Rendah, Semua Pasien Positif COVID-19 Telah Sembuh

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat merilis data terbaru, per Jumat (26/6/2020) ada penambahan satu orang pasien COVID-19 sembuh, yaitu dari Kabupaten Teluk Bintuni jenis kelamin perempuan usia 41 tahun.

Dengan demikian Kabupaten Teluk Bintuni yang memiliki pasien positif tertinggi kedua di Papua Barat, yaitu 50 pasien, setelah Kota Sorong dengan pasien positif  92 orang, dan 50 orang positif ini semuanya telah sembuh.

Sesuai panduan gugus tugas nasiona, kabupaten Bintuni yang awalnya masuk wilayah merah, kini status itu menurun menjadi wilayah resiko rendah.

‘’Panduan gugus tugas nasional satu daerah kembali hijau salah satunya adalah empat minggu daerah tersebut tanpa kasus baru, Bintuni baru 13 hari tanpa kasus baru, kami masih perlu kerja keras, tetapi kami sudah masuk wilayah resiko rendah,’’ ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni yang juga anggota Gugus Tugas (COVID-19) Kabupaten Teluk Bintuni, dr Eka Suradji menjawab peretanyaan papuadalamberita.com melalui grup whatsapp jurnalis Papua Barat bersama Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat, Jumat (26/6/2020) malam.

Dokter Eka mengimbau kedepannya semua warga harus bersama-sama kerja keras untuk mengendalikan COVID-19 di Papua Barat .

Jika Kabupaten Teluk Bintuni bisa mempertahankan zero (0) positif COVID-19 dalam beberapa minggu ke depan,  Kabupaten Bintuni sebagai salah satu Kabupaten di Papua Barat yang dapat direkomendasikan Gugus Tugas Provinsi Papua Barat memasuki New Normal.

‘’Saya kira bisa, intinya kita melihat daerah-daerah yang sudah melakukan berbagai upaya dan berhasil menekan dan menurunkan angka penularan dapat direkomendasikan untuk masuk new normal,’’ tambah juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dokter Arnold Tiniap melalui pesan whatsapp Grup COVID-19 Papua Barat, Jumat (26/6/2020) malam.

Keberhasilan Kabupaten Teluk Bintuni tidak hanya pada semua pasien positif yang telah sembuh, namun data COVID-19 Papua Barat juga menyebutkan tidak ada penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  dan hanya penambahan satu (1) Orang Tanpa Gejala  (OTG) dari Kabupaten Teluk Bintuni Jumat (26/6).(tam)FacebookTwitterWhatsAppGmailLineShare

sumber: http://papuadalamberita.com/bintuni-masuk-wilayah-resiko-rendah-semua-pasien-positif-covid-19-telah-sembuh/

TNI, Polri dan Satpol PP mulai Disiplinkan Masyarakat Laksanakan Protokol Kesehatan

Dikutip dari MANOKWARI – Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari melalui Bidang Penertiban mulai melaksanakan pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan di ruang publik, Kamis (25/6/2020). Kegiatan pendisiplinan pertama dilaksanakan di Pasar Wosi dan Sanggeng, Terminal Wosi, Pelabuhan Marampa, serta pusat perbelanjaan, toko, dan warung makan.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring, mengatakan, kegiatan pendisplinan itu dilakukan oleh Bidang Penertiban yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP Kabupaten Manokwari.

Pendisiplinan dilakukan guna mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19. Selain itu, sebagai upaya menyiapkan masyarakat Manokwari menuju New Normal.

“Kemarin tim sudah melakukan pengamanan di Pasar Wosi dan Sanggeng. Saya arahkan mereka untuk melakukan sweeping supaya penularan ini jangan terjadi. Saya pesan ke mereka untuk sampaikan kepada masyarakat bahwa memakai masker bukan untuk Gugus Tugas Covid-19 dan Pemkab Manokwari, tetapi untuk melindungi diri dan keluarga sendiri,” kata Sembiring di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari, Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, kegiatan pendisplinan harus dijalankan dan terus dilaksanakan guna mempersiapkan masyarakat Manokwari melaksanakan tiga protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak dengan orang lain.

“Jika ini dijalankan, kita tidak akan tertular. Jadi saya harap kepada masyarakat Manokwari kita belum memasuki New Normal. Kemarin kita ada tambah dua kasus, jadi kita masih naik terus, naik terus. Jadi saya harapkan kita jangan pikir ini sudah normal, baru nanti terjadi klaster baru san sekarang penularan bukan lagi yang datang dari luar tapi antara kita dengan kita,” ujarnya.

Soal dasar hukum dalam melaksanakan pendisiplinan terhadap, Sembiring mengatakan, berdasarkan situasi kedaruratan bencana non-alam, itu bisa dilakukan.

“Di daerah lain sudah jalankan itu,” tandasnya.(SM7)

sumber: https://suaramandiri.co/2020/06/26/tni-polri-dan-satpol-pp-mulai-disiplinkan-masyarakat-laksanakan-protokol-kesehatan/