Ketua DPR Papua Barat Minta Jangan Paksakan New Normal

Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor meminta Pemprov tidak memaksakan penerapan New Normal kalau masyarakar belum siap melaksanakannya.

“Meski pusat instruksikan, daerah Harus siap dulu. Kalau masyarakat sendiri belum siap maka jangan paksakan,” ujarnya di gubernuran, Rabu (10/06/2020) siang tadi.

Dia menilai Papua Barat belum siap melaksanakan New Normal jika dilihat dari jumlah terkonfirmasi positif dan angka kesembuhan.

“Kasus yang terjadi katakan 10, turun jadi 1, itu berarti daerah sudah siap, tapi kalau sekarang belum siap,” ungkapnya.

Dia lalu menyerukan sosialisasi intens dilakukan sampai di pedalaman.

“Gugus tugas sudah bekerja bagus, tapi semua divisi yang terlibat dalam gugus tugas harus ikut bekerja, tidak hanya TNI Polri,” ingatnya.

Dia lalu mengatakan masyarakat belum benar-benar paham, ditambah lagi dengan adat budaya.

“Misalkan 1 kena kemudian meninggal dan semua warga datang di situ, pasti bisa terpapar. Ini harus diberikan pemahaman lagi,” ingatnya.

Dia lalu mengatakan, DPRD siap membentuk satuan tugas untuk untuk turun di wilayah Sorong Raya dan Manokwari Raya melakukan pendataan lapangan, sehingga bisa memberi masukan pada Gugus Tugas Covid-19.

“Apakah sudah siap atau tidak nanti kita akan turun lapangan. Kondisi daerah harus jadi pertimbangan bagi kita,” tandasnya.(an/njo)

sumber: https://papuakini.co/2020/06/10/ketua-dpr-papua-barat-minta-jangan-paksakan-new-normal/

Sabtu, Kabupaten Bintuni Tambah Tiga Orang Positif COVID 19

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat per Sabru (6/6/2020) merilis penambahan tiga orang terpapar COVID-19 Papua Barat yang berasal dari Kabupaten Bintuni.

Dengan penambahan tiga orang positif Kabupten Teluk Bintuni menduduki urutan kedua terbanyak pasien COVID-19 Papua Barat dengan 48 orang positif, negatif 288 orang sembuh 35 orang, sehingga total orang yang telah diperiksa dan diambuil swabnya 336 orang.

‘’Situasi epidemic total yang diperiksa swabn yang laporannya diterima Gugus Tugas Papua Barat pada Sabtu (6/6) berjumlah 1.081 orang, yang negatif 903 orang atau (83,5%), orang yang positif 178  orang atau (16,5%), hari ini ada tambahan tiga (3) orang positif dari Kabupaten Teluk Bintuni,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan secara virtual atau zoom , Sabtu (6/6/2020) di Manokwari.

Jubir Gugus Tugas Papua Barat mengatakan, Orang Tanpa Gejala (OTG), tambahan hari ini  92 orang dari Kota Sorong 70 orang, Kabupaten Bintuni 14 orang dan Kabupaten  Raja Ampat delapan (8) orang, total 1.694 orang , masih dalam pemantauan 702 orang, selesai pemantauan 992 orang.

‘’Orang Dalam Pemantauan (ODP) , tambahan hari ini  13 orang, dari Kabupaten Raja Ampat delapan (8) orang, Kabupaten Fakfak empat (4) orang, Kota Sorong satu (1) orang,  total 1. 0 47orang , masih dalam pemantauan 176 orang, selesai pemantauan 871 orang,’’ ujar dokter Tiniap.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) , lanjut Arnoldus Tiniap ada tambahan hari ini  satu (1) orang dari Kabupaten Sorong Kabupaten , total 88 orang , masih dalam pengawasan 20 orang, selesai pengawasan 68 orang.

‘’Pasien yang sembuh masih seperti data kemarin yaitu 74 orang atau (41,6%.) dari angka pemeriksaan swab yang telah diterima gugus tugas Papua Barat,’’ tambah Arnold Tiniap.

sumber: http://papuadalamberita.com/sabtu-kabupaten-bintuni-tambah-tiga-orang-positif-covid-19/

Ide Cerdas Pemuda Kampung Atasi Warga untuk Tak Kucilkan Pasien Corona Kabupaten Sorong

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Diskriminasi pada pasien CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) terjadi sejak divonsi positif, setelah sembuh pasien Corona yang mau pulang ke keluarga kembali diterpa diskiriminasi bahkan dikucilkan dari lingkungan sosial.

Namun perlakukan itu tidak berlaku di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Dengan adanya COVID-19 justeru mempertebal rasa kemanusian warga Kabupaten Sorong, pemerintah daerah, TNI dan Polri bersama Gugus Tugas Perecapatan Penanganan COVID-19 dalam mengatasi warga agar tidak mengucilkan pasien positif Corona yang sembuh setelah kemabali ke masyarakat.

Ide cerdas yang patut dicontohi warga lain kabupaten dan kota Papua Barat digagas pemuda kampung, bersama kepala kampuung dan kepala desa Kabupaten Sorong untuk tampil sebagai garda terdepan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sorong  menjaga warganya.

Walaupun Gugus Tugas Kabupaten Sorong belum menghadirkan relawan trauma healing dalam mengatasi traumatic piskologis warga dan keluarga pasien COVID-19 di Kabupaten Sorong, tetapi pemuda di Kabupaten Sorong punya satuan tugas tingkat kampung yang warganya terpapar positif Corona.

‘’Terkait relawan trauma healing kita tidak bentuk,  tetapi contoh di beberapa wilayah yang warganya positif Corona, atas inisiatif pemuda, kepala kampung dan kepala desa mereka membentuk satuan tugas di kampung masing-masing. Satuan tugas itu berisi relawan dari masyarakat,’’ ujar Juru Bicra Gugus Tugas Percepatan Penagnganan COVID-19 Kabupaten Sorong, Agustinus H  Wabia. SKM. MKes kepada wartawan menjawab pertanyaan papuadalamberita.com Apa saja kerja satuan tugas yang terdiri dari pemuda-pemuda kampung setempat?

‘’Mereka mempunyai tugas memantau, menginformasikan kepada Gugus Tugas tentang kontak erat pasien positif sudah ke siapa-siapa, setelah pasien di rawat mereka punya tugas secara mandiri membantu bahan makanan kepada keluarga yang ditinggalkan selain Pemda memberi bantuan, relawan-relawan  itu juga memberi bantuan,’’ jelas juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Sorong.

Tidak selesai sampai disitu, satuan tugas di kampung juga bertugas memberikan informasi pada warga setempat bahwa ada pasien yang sudah sembuh dan mau kembali rumah.

‘’Saat pasien sembuh dan kembali ke rumah, mereka (relawan) menginformasikan bahwa mereka yang sudah sembuh ini tidak dikucilkan, sehingga tidak menimbulkan trauma, tidak menimbulkan efek di masyarakat untuk melakukan hubungan sosial dengan mereka (pasien),’’ tambah Agus Wabia.

Terkait Kabupaten Sorong, sebagai kabupaten yang pasien COVID-19 sembuh terbanyak nomor dua di Papua Barat 19 orang setelah Kabupaten Teluk Bintuni yang memiliki 35 orang positif sembuh apakah akan menghadirkan relawan trauma heling dari Polres Kabupaten Sorong atau dari Polda Papua Barat?

Menurut juru bicara Kabupaten Sorong, bahwa Polres Kabupaten Sorong secara langsung sudah terlibat dalam gugus tugas dan selalu berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Kabupaten.

‘’Polres mereka punya gugus tugas sendiri, nanti berdasarkan hasil ini saya berkoordinasi dengan Kabagops Polres Sorong, apa yang sudah dilakukan, Polres merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari gugus tugas,’’ tutup Agus Wabia adik kandung dari mantan pemain Persipura Jayapura era 1993-2000, Robert Nicson Wabia yang biasa disapa Roni Wabia.

Manokwari Positif Tambah 1, Kota Sorong 1 Meninggal, Corona Belum Mau Bersahabat di Papua Barat

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – CoronaVirus Disease 19 (COVID-9) belum mau diajak bersahabat di Provinsi Papua Barat. Gugus Tugas Percapatan Penanganan COVID-19 Papua Barat per Ahad (7/6/2020) merilis jumlah orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah satu orang dari Kabupaten Manokwari dan bertambah satu Pasien Dalam Pengawasan  (PDP) meninggal dunia di Kota Sorong.

Pasien AK yang meninggal dunia di RSUD Sele Be Solu adalah pria berusia 51 tahun diketahui sebagai warga Kelurahan Klakublik, Kota Sorong, Papua Barat.

Sedangkan satu pasien positif hari ini asal Kabupaten Manokwari, juru bicara COVID-19 Papua Barat belum merinci data pasien, karena masih dalam penanganan RSUD Manokwari, pasiennya belum di rawat di Rumah Sakit Provinsi, dengan bertambah satu orang di Manokwari, Manokwari saat memiliki tiga pasien Covid-19 yang menjalani perawatan, sedangkan enam orang sebelumnya telah sembuh.

Bertambahnya pasien positif dan meninggal garfik Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat bergerak naik, orang positif di Papua Barat menjadi 279 orang,d an pasien yang meninggal dunia total 18 orang.

Sedangkan jumlah pasien sembuh dalam data kumulatif Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat per Ahad tidak bergerak naik, tetap berjumlah 74 orang.

Jubir Gugus Tugas Papua Barat mengatakan, Orang Tanpa Gejala (OTG) tambahan hari ini  sembilan (9)  orang dari Kabupaten Kaimana lima (5) orang, dan Kabupaten  Raja Ampat empat (4) orang, total 1.703 orang , masih dalam pemantauan 7.010orang, selesai pemantauan 993 orang.

‘’Yang kedua Orang Dalam Pemantauan (ODP), tambahan hari ini  tuju (7) orang, Kabupaten Raja Ampat enam (6) orang, Kabupaten Fakfak satu (1) orang, total 1.054 orang , masih dalam pemantauan 183 orang, selesai pemantauan 871 orang,’’ ujar dokter Arnoldus Tiniap yang didamp;ingi Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Sorong, Agus Wabia kepada wartawan dalam siaran persnya secara virtual atau zoom meting, Ahad (7/6/2020) dari Manokwari dan Kabupaten Sorong secara langsung.

Ketiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjut Arnoldus Tiniap harini tida ada tambahan , total sama dengan kemarin Sabtu, berjumlah 88 orang , masih dalam pengawasan 20 orang, selesai pengawasan 68 orang.

‘’Terkait dengan jumlah orang yang diperiksa diambil swab untuk diagnosis sesuai dengan hasil yang sudah di kirim kembali kepada masing- masing kabupaten dan direkap oleh provinsi totalnya 1.134, 955 negatif berarti mencapai 84,2% sementara yang positif 179 atau sama dengan 5,8%.

Dari data kumulatif hari ini, lanjut Jubir Provinsi berarti ada penambahan satu (1) orang positif, berasal dari Kabupaten Manokwari.

“Yang berikut terkait dengan angka kesembuhan hari ini belum ada laporan dari kabupaten akan adanya orang yang dinyatakan sembuh, masi sama dengan kemarin berjumlah 74 orang, 74 orang dari 179 orang berati 41,3%. Jadi angka kesembuhan kita sama dengan 41,7%,’’ tegas Juru Bicara Papua Barat.

Sesuai data-data di atas jika diurutkan dari 13 kabupaten – kota:

Yang Positif:

Kota Sorong 58 orang

Kabupaten Teluk Bintuni 48 orang

Kabupaten Sorong  41 orang

Kabupaten Raja Ampat 16 orang

Kabupaten Manokwari Sembilan (9) orang (hari ini Ahad tambah 1 orang)

Kabupaten Teluk Wondama tiga (3) orang

Kabupaten Fakfak dua (2) orang

Kabupaten Manokwari Selatan satu (1) orang

Kabupaten Kiamana satu (1) orang

Yang Sembuh:

Kabupaten Teluk Bintuni 35 orang

Kabupaten Sorong 19 orang

Kabupaten Raja Ampat 12 orang

Kabupaten Manokwari enam (6) orang

Kabupaten Manokwari Selatan satu (1) orang

Jumlah Meninggal:

Total 18 orang, PDP 14, ODP satu (1) dan kasus positif atau konfirmasih tiga (3), jadi berarti ada tambahan satu orang yang dilaporkan meninggal dari kasusu konfirmasi yaitu berasal dari Kota Sorong.

“Prosentasi kematian itu dihitung dari kasus positif 179, kematian atau 1,7 persen,’’ demikian dijelaskan dr Arnoldus Tiniap.

Dokter Arnoldus menambahkan dalam wacana untuk penerapan new normal dalam dalam kajian perlu disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa sebagian masyarakat masih menganggap kalau orang terinveksi virus corona harus menunjukan gejala.

‘’Kita harus menyampaikan kepada masyarakat, bahwa 80% bahkan lebih bahwa orang yang terinveksi Corona tidak bergejala, itu kita buktikan dengan data-data dari seluruh wilayah Papua Barat dan sebagian besar kota dan kabupaten pasien yang positif dari OTG, artinya sebagian besar tidak bergejala, dan ini perlu diedukasi terus-menerus pada masyarakat.

Dokter Arnold menegaskan bahwa, Karena masyarakat masih berpikiri bahwa positif harus sakit, sehingga masyarakat kadang tidak mau menerima hasil, padahal tidak sadar bahwa dengan kondisi begitu masyarakat berpotensi menularkan kepada orang lain.

‘’Ini harus disampaikan terus agar masyarakat tetap wapada, karena kesiagaan adalah aset, kalau tidak menjaga diri tanpa sadar  satu saat tidak menjaga kondisi kita akan masuk dalam tahapan tidak bergejala dan bisa sakit. (tam)

Insentif Tenaga Medis yang Tangani Pasien COVID-19 Papua Barat Mau Diusulkan ke Pusat

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Janji pemerintah memberikan insentif kepada tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Indonesia termasuk di Papua Barat sampai kini belum juga tiba.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat baru menyurat ke Gugus Tugas kabupaten dan kota untuk segara mengirim nama-nama tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat ke pemerintah pusat untuk pembayaran instifnya.

‘’Tadi ada teman yang ditugaskan mengurus itu, saya dapat informasi, insentif yang dijanjikan bersumber dari pusat, tetapi tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah (Pemda) masing-masaing juga memberikan,’’ ujar Juru Bicara Penanganan COVId-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan menjawab pernyataan papuadalamberita.com dalam pres rilis secara virtual atau zoom meting, Sabtu (6/6/2020) di Manokwari sore.

‘’Kita diminta pusat untuk menyurati ke semua kabupaten dan kota, mereka segera mengirim daftar nama dari tim tenaga kesehatan yang namanya di Surat Keputusan (SK) masing-masing gugus tugas atau pemerintah daerah masing-masing dikirim ke pusat,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas Papua Barat.

Juru Bicara mengatakan, gugus tugas provinsi membantu mengingatkan dan memfasilitasi gugus tugas kabupaten dan kota mengirim daftar nama dari tim tenaga kesehatan (Nakes) untuk dibayarkan.

‘’Tetapi kalau masing-masing pemerintah daerah mengalokasi untuk dibayarkan silahkan, besarannya nanti saya coba tanya lagi, apa kah ada besar yang dijelaskan disitu atau tidak,’’ tambah Tiniap. (tam)

sumber: http://papuadalamberita.com/insentif-tenaga-medis-yang-tangani-pasien-covid-19-papua-barat-mau-diusulkan-ke-pusat/

Pasien COVID-19 Papua Barat yang Sembuh Meningkat, Positif Didominasi Usia 19 -35 Tahun

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Daerah Provinsi papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) Papua Barat memperoleh data per Sabtu (6/6/2020) ada trand peningkatan pasien kasus COVID-19 sembuh meningkat tajam.

‘’Kita lihat ada trand peningkatan kesembuhan dari data rekapan dan yang dilaporkan setiap hari sebenarnya ada trand kesembuhan meningkat tajam dibanding dengan temuan kasus yang positif,’’ ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan menjawab pertanyaan papuadalamberita.com dalam siaran pers yang dilakukan secara virtual atau zoom meting, Sabtu (6/6/2020 di Manokwari.

Dari total pengambilan swab yang diperiksa di laborotorium rujukan sampai Sabtu ini total orang yang telah diperiksa dan diterima Gugus Tugas Provinsi Papua Barat yaitu 1.081 orang, dari 1.081 orang yang negatif 903 orang atau 83,5 %, yang positif 178 orang atau 16,5 %, sedangkan oang yang sembuh 74 orang atau 41,6 %.

‘’Kalau kita lihat paling tidak dibawah 20 persen, sembuh sudah 41,6 %. Kalau untuk temuan kasus positif yang kita perlu nilai adalah penururnan bukan stagnan, jadi penurunan yang signifikan yang diamati dalam kurang waktu tingga minggu,’’ jelas Juru Bicara Gugus Tugas Papua Barat.

Dokter Arnoldus Tiniap mengatakan, Gugus Tugas Provinsi Papua Barat telah melakukan pertemuan evaluasi percepatan penanganan COVID-19 di Papua Barat.

‘’Nanti Senin kita bisa lihat semua kabupaten, tadi kita sudah rapat lagi, untuk teman-teman Gugus Tugas di setiap kabupaten dan kota membuat kajian singkat terkait dengan persiapan kita untuk masuk new normal,’’ terang Arnoldus Tiniap.

Jubir Gugus Tugas berharap Senin (7/6/2020) Gugus Tugas Provinsi Papua Barat sudah memperoleh data dari masing-masing kabupaten dan kota untuk menilai dari trand epedemologinya.

‘’Untuk memastikan apakah kita berada di curva menanjak atau mungkin ada kabupaten juga yang sudah mencapai puncak dan menurun,’’ tambah Arnpldus.

Juru bicara menambahkan, bahwa pasien yang positif terpapar COVId-19 di Papua Barat didominasi pasien berusia 19-45 tahun yaitu 70 orang atau 40, 99 %.

Kemudian pasien berusia diatas 50 tahun berjumlah 40 orang atau 22.98 %, urutan ketiga oleh pasien berusia 36-49 tahun yaitu 35 orang atau 19,88 % dan urutan keempat pasien berusia 1-18 tahun 20 orang atau 16,15 %.

UNIPA Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Menuju New Normalisasi

Dikutip dari Manokwari arfaknews – Universitas Papua Manokwari Siap terapkan model Pendidikan berdasarkan tataran hidup baru dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rektor Universitas Papua, melalui Kepala Bagian Kehumasan, Michael Ibo mengatakan sudah ada surat edaran dari Kemenrisek dikti tinggalkami lanjutkan kepada RE untuk dibahasa bersama Senat.

Nanti ada tim yang duduk untuk merancang, model pembelajarannya seperti apa, jelasnya kita berpedoman pada surat edaran Menteri.

Model pendidikan akan disesuaikan dengan kondisi di Tanah Papua dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan, mungkin dalam Minggu depan sudah bisa ditetapkan model pembelajaran, ucap Kabag Humas saat diwawancarai Media ini, Jumat (5/6/2020).

Surat edaran dan petunjuk tentang new Normal, terkait dengan aktivitas kantoran tidak lebih dari 50 persen, hari kerja hanya 5 hari saja dan waktu kerja dari jam 8.30 hingga 15.00 WIT

Sementara untuk model perkuliahannya akan ditetapkan dibahas salama rapat bersama rekor nantinya, jelasnya model pembelajaran akan menerapkan protokol kesehatan.

sumber: http://arfaknews.com/read/4217/Papua-Barat/UNIPA-Bakal-Terapkan-Protokol-Kesehatan-Menuju-New-Normalisasi

Rapid Test di Bintuni Gratis, Manokwari Dipungut Biaya?

Dikutp dari PAPUADALAMBERITA.COM. BINTUNI – Pemeriksaan rapid test yang menjadi langkah awal deteksi dini bagi masyarakat yang dicurigai positif terpapar corona virus disease 2019 (COVID-19) seharusnya tidak dibarengi biaya administrasi ratusan ribu rupiah.

Apapun alasannya termasuk masyarakat yang punya keperluan pribadi keluar daerah kemudian membutuhkan surat kesehatan yang didasarkan pada hasil rapid test dari Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) setempat.

Karena pemerintah daerah wajib menyiapkan alat rapid test untuk membantu masyarakat mempercepat penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 yang sudah pendemi di Papua Barat ini.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menggratiskan semua orang yang direpid test baik yang punya kepentingan keluar daerah maupun mnereka yang tinggal di tempat.

“Kami Kabupetan Teluk Bintuni gratis rapid test, tugas pemerintah daerah menyiapkan karena kalau kita suruh mereka bayar ditengah pendemi COVID-19 ini harus dipikirkan bahwa, masyarakat punya uang dimana, hidup susah lagi baru bayar pakai apa,” tegas Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw dengan nada tanya saat diwawancara wartawan di Taman Kota, Teluk Bintuni.

Menurut Bupati bahwa, jika pemeriksaan rapid test harus dipungut biaya maka kesadaran masing-masing orang untuk datang diperiksa dalam rangka pencegahan corona virus pasti sedikit mengalami kesulitan.

Dijelaskan orang nomor satu di Kabupaten Teluk Bintuni bahwa pihaknya telah mendapat bantuan gratis dari berbagai pihak selain dianggarkan dari APBD sehingga masyarakat juga tidak dipungut biaya.

Berbeda dengan juru bicara penanganan COVID-19 Kabupaten Manokwari, Bondan Santoso saat dikonfirmasi awak media beberap waktu melalui konfrensi pers secara virtual zoom metting membenarkan bahwa setiap masyarakat yang berpergian keluar daerah baik antar Kabupaten/ Kota dalam provinsi Papua Barat juga daerah kalian wajib menjalani pemeriksaan rapid test.

“Rapid test itu wajib diperiksa bagi setiap orang yang keluar daerah tapi harus dibayar 1 orang 350 ribu rupiah setahu saya, periksanya di rumah sakit swasta,” ujarnya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan, pengurusan pemeriksaan rapid test hanya dilakukan di fasilitas kesehatan pemerintah dan digratiskan bagi orang-orang yang mengikuti kegiatan pemerintahan.

“Kalau Teluk Bintuni tidak dipungut biaya itu tidak apa-apa karena pemerintah setempat mampu sedangkan daerah lain masih pakai bayar karena alokasi anggaran ke pengadaan alat rapid tes belum ada,” kata dr Arnold saat konfrensi pers secara virtual dengan awak media di Papua Barat, Sabtu (6/6) malam.

Arnold Tiniap mengatakan, pihanya akan melaporkan kepada ketua umum gugus tugas Provinsi Papua Barat untuk dapat mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pengadaan alat rapid tes supaya kedepan masyarakat tidak membayar jika diperiksa. (aba)

sumber: http://papuadalamberita.com/rapid-test-di-bintuni-gratis-manokwari-dipungut-biaya/

Dari Siapa Kasus COVID-19 Mewabah di Kabupaten Sorong? Sembuh 17 Orang, Ini Penjelasan Agus Wabia

Dikutip dari PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoronaVirus 2019 (COVID-19) Papua Barat merilis Kabupaten Sorong memiliki jumlah pasien kasus COVID-19 yang sembuh terbanyak, 17 pasien pada Jumat (5/6/2020), total sembuh di Kabupaten Sorong menjadi 19 orang dari 41 orang yang positif. Pasien sembuh tertua berusia 80 tahun dan termuda berusia satu tahun 10 bulan.

Total sembuh 19 pasien memposisikan Kabupaten Sorong sebagai kabupaten nomor dua di Papua Barat yang pasiennya paling banyak sembuh, setelah urutan pertama ditempati Kabupaten Teluk Bintuni dengan kasus sembuh 35 orang.

Kabupaten Sorong juga sebagai wilayah sebaran kasus positif COVID-19 terbanyak ketiga di Papua Barat, yaitu 41 orang, setelah urutan pertama Kota Sorong kasus positif 58 orang dan Kabupaten Teluk Bintuni sebagai kabupaten kedua dengan pasien positif 45 orang.

Mengapa Kabupaten Sorong menjadi kabupaten terbanyak ketiga positif COVID-19? Dan mengapa pasien COVID-19 paling banyak nomor dua di Papua Barat yang sembuh? Siapa yang membawa masuk wabah yang penularannya melalui lendir hidung dan mulut ke Kabupaten Sorong? Lantas kenapa Kabupaten Sorong begitu cepat menemukan pasien positif?  Dari klaster mana orang terpapar COVID-19 di Kabupaten Sorong?

Bagaimana dukungan masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan tim survelen terhadap Gugus Tugas? Ini penjelasan rinci Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sorong, Agus Wabia kepada wartawan secara virtual atau zoom meting Jumat (5/6/2020) yang dipandu Jubir Gugus Tugas Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap dari Manokwari.

‘’Kalau bilang dukungan pimpinan daerah,  TNI dan Polri cukup respon untuk percepatan penanganan COVID-19, satu hal yang dilakukan adalah melakukan isolasi terpusat,  itu ada tiga gedung yang kita pakai,’’ ujar juru bicara COVID-19 Kabupaten Sorong.

Adik kandung mantan Pemain Persipura dan Timnas PSSI Roni Wabia ini, Agus Wabia menjelaskan, bahwa  kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sorong berawal pada 18 April 2020  Gugus Tugas melakukan rapid tes kepada 25 orang klaster Gowa yang kembali setelah mengikuti Itjima ulama di Gowa Sulawesi Selatan.

‘’25 orang yang dirapid tes, kita temukan 13 orang reaktif, langsung kita karantina terpusat,  13 orang itu berjenis kelamin laki-laki, setelah itu kita melakukan pemeriksaan swab ke Balai Besar Laborotorium (BBL) Makassar.

Hasil dari Makassar 13 orang yang reaktif, 10 orang kasus positif COVID-19, ada dari 12 orang yang non reaktif muncul lagi tiga orang positif.

Jadi total 13 orang, cuman ada tiga warga penduduk Jayapura yang saat itu tidak bisa pulang ke Jayapura karena KM Ciremai pada 26 Maret tidak masuk di Jayapura, ketiganya tinggal sementara di Kota Sorong, dari tiga pasien, satunya masuk dalam data Kota Sorong dan dua pasien masuk data Kabupaten Sorong, jadi 12 orang pertama kali positif COVID-19 di Kabupaten Sorong, kemudian langsung melakukan isolasi di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Sorong.

Lanjut Agus Wabia, berawal dari pasien Klaster Gowa, Tim Medis dan Gugus Tugas Kabupaten langsung tracking 82 orang dari keluarga 10 orang Klaster Gowa yang beralamat di Kabupaten Sorong,  hasilnya Gugus Tugas menemukan 16 orang lagi positif, sehingga total positif 28 orang, ini murni Klaster Gowa dan keluarganya, semua pasien langsung di karantina terpusat.

Karena ada pasien pria dan wanita dan pasien berstatus suami istri, Gugus Tugas menambah satu gedung dan membagi-bagi lagi,  pasangan suami istri dalam satu gedung.

‘’Sehingga empat gedung yang di pakai, kita melakukan follow-up, setelah itu kita pisahkan yang positif sendiri, negatif sendiri,’’ rinci Wabia.

Hasil follow-up Kabupaten Sorong terakhir (hari ini 5/6) 17 dinyatakan negatif dan tiga (3) orang negatif pada hari sebelumnya, minggu depan Kabupaten Sorong melakukan follow-up kedua lagi  pada tiga orang  itu mudah-mudahan negatif, sehingga bertambah kasus sembuh.

‘’Jadi Kabupaten Sorong tinggal 22 orang yang positif, lima di rawat di Rumah Sakit  Umum Kabupaten Sorong dan 17 di rawat di ruang isolasi Gedung Dharma Wanita dan Gedung PKK,’’ sebut Wabia.

Wabia mengurai, bahwa melakukan follow-up di rumah sakit COVID di Kampung Baru menggunakan Tes Cepat Molokuler (TCM), karena alat PCR masih diset.

Adik kadung Roni Wabia ini, menjelaskan ada dua metode yang pakai Gugus Tugas Kabupaten Sorong untuk menjaring OTG, ODP, PDP maupun positf, yaitu metode aktif atau pasif.

‘’Kabupaten Sorong menjadi banyak karena kita langsung turun, lapangan awal kita dapat 12 orang pasien pertama positif kita petakan wilayah,  keluarganya mana, petakan kontaknya dimana,  langsung kita ambil, selain itu metode pasif  yaitu warga yang memeriksa kesehatan ke Puskesmas-Puskemas di Kabupaten Sorng, itu mereka langsung  kita screening, hingga kini kita sudah mengambil swab 267 orang ,‘’ urai Wabia.

‘’Hasilnya 41 orang sekarang positif, itu karena selain langsung ke lapangan, survelen mengejar kontak erta, juga di Puskemas -Puskesma setiap warga yang datang kita screening jika ada gejala kita klasifikasi sebagai ODP atau PDP,’’ beberanya.

Menurut Agus Wabia, bahwa pasien  COVID-19 Kabupaten Sorong saat ini berasal dari empat klaster, yaitu Klaster Gowa, Klaster Magetan, Klaster Sukabumi dan Klster Kota Sorong, yaitu ASN asal kabupaten Sorong namun tinggal di Kota Sorong.

Walaupun pasien kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sorong terus bertambah dan sembuh, Kabupaten Sorong tidak melakukan pembatasan wilayah seperti memasang portal di pintu-pintu masuk antar kabupaten dan kota, seperti dari lajur Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan atau dari Kota Sorong, semuanya terbuka biasa.

‘’Kita tidak lakukan pembatasan wilayah, karena banyak pegawai kabupaten tinggal di kota . Jadi untuk jalur Sorong, Maybrat,  Sorsel juga lewat di kita (Kabupaten Sorong,’’ jelasnya.

Ditanya bagaimana respon warga setempat setelah mengetahui ada warga Kabupaten Sorong terkonfirmasi positif COVID-19, apakah ada penolakan  warga atau ketertutupan warga?

‘’Saat kita periksa pertama mereka welcome,  bahkan saat mereka kembali dari Gowa ada yang mengisolasi diri sendiri di daerah SP, selain itu ketuanya (itjima ulama) sebagai pensiunan ASN sehingga saat kita komunikasi, beliau langsung megumpulkan semua teman-temannya  yang klaster Gowa termasuk dari Kota Sorong untuk diperiksa di Kabupaten Sorong,’’ ujar Wabia.

‘’Setelah periksa mereka positif,  kita datanggi keluarganya dan kita jemput untuk melakukan pemeriksaan dan ,mereka tidak melakukan penolakan, besok (Sabtu) kita kirim 27 sampel lagi untuk diperiksa di Makassar,’’ tambahnya.

sumber: http://papuadalamberita.com/dari-siapa-kasus-covid-19-mewabah-di-kabupaten-sorong-ini-penjelasn-agus-wabia/

Pesan Gubernur, Terimalah Tiga Pasien Corona yang Sembuh, Mereka Keluarga Kita

Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat kembali mencatat jumlah penambahan kasus sembuh COVID-19 di Papua Barat per hari Sabtu (16/5/2020) pukul 14.30 WIT menjadi lima (5) orang setelah ada penambahan sebanyak tiga (3) orang dari Kabupaten Manokwari.

Sebelumnya pekan lalu ada satu pasien atas nama Tuan Adam juga telah sembuh, jadi total pasien COVID-19 Manokwari yang sembuh naik menjadi empat orang. “Kasus sembuh bertambah tiga orang sehingga menjadi lima orang” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap dalam keterangan resmi di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat Kompleks Irman Jaya  Manokwari Manokwari, Sabtu (16/5/2020).

Tiga warga Manokwari yang dinyatakan sembuh hari ini adalah Haji Abdullah Appe 62 tahun, La Marra 65 tahun dan Ruth Dolly Oagwak 20 tahun. Ketiga pasieen dinyatakan sehat dan dan sembuh setelah menjalani perawatan dan mengikuti seluruh anjuran tim medis yang menangani selama masa perawatan di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat.

Kriteria ketiga pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali negatif dan pasien tidak ada keluhan klinis.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan saat menerima ketiga pasien yang sehat dan menyerahkan ketiganya kembali kepada keluarga mengatakan, terima kasih kepada ketiganya yang selama ini mentaati seluruh anjuran tim medis selama dalam perawatan, serta mengucapkan terima kasih kepada tim medis Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Tim Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari yang telah bekerja keras dalam pelayanan kesahatan kepada pasien selama dirawat di rumah sakit.

“Mari kita menaikan pujian dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat pernyataan perlidungan atas dukungan doa, doa kita semua, dengan doa itu bisa dijawab Tuhan dan hari ini tiga saudara kita, keluarga kita, sahabat kita, teman kita, Ibu Rut Doli Pagwa, Umar Laria, dan Bapak Abdullah Appe sembuh,’’ ujar Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

Menurut gubernur dari hasil sampel dikirim, pertama diuji negatif, dikirim kedua diuji di laborotorium negatif juga. ‘’Dan hari ini kita bersama mengucapk sukur terima kasih kepada Tuhan atas kebaikan Tuhan mereka disembuhkan dan mereka akan kembali di keluarga masing-masing,’’ jelas gubernur.

Dominggus Mandacan mengajak warga Papua Barat jangan takut, jangan panic mereka secara medis sudah pengobatan dan perawatan ternyata sudah negatif, jadi tidak usah takut terimalah mereka kembali di lingkungannya masing-masing. ‘’Untuk itu saya ajak masyarakat terima lah mereka kembali sebagaimana biasa sebagai keluarga dilingkungannya masing-masing,‘’pesan gubernur.

Gubernur mengatakan ketika mereka positif ada yang palang, ada yang menolak tetapi pemerintah proaktif terus bisa komunikasi dan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Provinsi dan juga Tim Gugus Tugas Kabupaten koordinasi terus, bisa memberikan pemahaman pengertian dan masyarakat mengerti serta paham, pada ahirnya sampai enam pasien positif yang dirawat di Rumah Sakit Provinsi sebelumnya satu sudah sembuh dan kembali ke keluarga yaitu Tuan Adam.

‘’Tuan Adam dan Ahmad itu pertama yang dirawat di Rumah Sakit provinsi, sakit ini belum selelsai masih membangun, tetapi adanya virus corona kita maksimalkan dua gedung dan kita bisa merawat,  dengan demikian dari enam yang masuk rumah sakit,  pertama satu sudah sembuh dan hari ini tiga sembuh dan negatif akan keluar dari rumah sakit dengan demikian masih tinggal dua yang belum yaitu bapak Ahmad dan bapak Rohyani, mereka juga sudah ambil swabnya, kita berdoa campur tangan Tuhan sehingga yang dua disembuhkan dan bisa negatif bisa keluar,’’ ujarnya.

Untuk diketahui yang ada sampai dengan kemarin yang positif di Papua Barat ada 88 (sampai Jumat), Manokwari enam, Manokwari Selatan satu, Fakfak satu Bintuni 19, Kabupaten Sorong 29, Kota Sorong 17, Raja Ampat 15. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Gugus Tugas Provinsi, Tim Gugus Tugas Kabupaten, para dokter, para tim medis, ASN dari dinas kesehatan provinsi dan kabupaten yang sudah kerja maksimal, dan puji Tuhan dari hasil kerja maksimal ini empat di Manokwari sudah disembuhkan dan sudah negatif dan sudah kembali bersama dengan keluarga, mari kita tepuk tangan untuk kita semua,’’ pesann Gubernur Mandacan.

Kemudian Gubernur menyerahkan tiga surat keterangan sehat dari Rumah Sakit kepada ketiga pasien sehat, dan disusul dengan pemberian tiga ikat kembang yang diserahkan para dokter yang merawat para pasien.

Acara penyerahaan pasien sehat ini dihadiri juga oleh LO BNPB Pusat untuk Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat dan Juru Bicaranya, Pejabat Bupati Manokwari, Ketua IDI Manokwari serta tim medis.