Kabar Gembira, Dua Pasien Positif COVID-19 di Papua Barat Sembuh

MANOKWARI – Dua (2) pasien positif COVID-19 di Papua Barat dinyatakan sembuh. Keduanya dinyatakan sembuh setelah melalui dua kali pemeriksaan hasilnya negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, mengatakan, dua pasien positif yang sembuh ini yakni satu (1) dari Sorong dan satu (1) dari Manokwari. Keduanya merupakan pasien laki-laki.

Menurutnya, pasien sembuh dari Kabupaten Manokwari merupakan satu di di antara dua orang pertama yang dinyatakan positif beberapa waktu lalu.

“Jadi ini pertama kali di Papua Barat pasien positif sembuh,” tegasnya.

Senin (11/5/2020), lanjut Tiniap, keduanya dilepas kembali ke keluarganya. Untuk itu, dia berharap keluarga dan masyarakat kembali menerima keduanya karena sudah sembuh.

“Karena ini pertama (pasien positif COVID-19) yang sembuh, sehingga kita ada acara seremoni untuk melepasnya,” tukasnya. (SM7)

sumber: https://suaramandiri.co/2020/05/10/kabar-gembira-dua-pasien-positif-covid-19-di-papua-barat-sembuh/

Situasi Terkini Perkembangan Covid19 Di Papua Barat Tanggal 09 Mei 2020

Jumlah kumulatif Positif Covid-19 di Papua Barat per hari ini masih tetap berjumlah 53 Orang, berikut  gambaran situasi perkembangan jumlah OTG, ODP, PDP dan jumlah Positif Covid -19 pada Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat   :

Orang Tanpa Gejala (OTG)

 Hari ini bertambah 76 Orang, dari Kabupaten Teluk Bintuni  70 Orang dan 6 Orang dari Kabupaten Kaimana,  berikut sebarannya baik yang masih dalam pemantauan ataupun yang telah selesai pemantauan : 

  1. Kabupaten Fak fak Total OTG 6 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 6 Orang;
  2. Kabupaten Kaimana Total OTG 24 Orang, dalam pemantauan 19 Orang, dan selesai pemantauan 5 Orang;
  3. Kabupaten Teluk Wondama Total OTG 14 Orang, telah selesai pemantauan sebanyak 14 Orang;
  4. Kabupaten Teluk Bintuni Total OTG berjumlah 177 Orang, masih dalam pemantauan 124 Orang dan telah selesai pemantauan 53 Orang;
  5. Kabupaten Manokwari Total OTG berjumlah 123 Orang, masih dalam pemantauan 34 dan 89 Orang telah selesai pemantauan;
  6. Kabupaten Sorong, Total OTG berjumlah 127 Orang, masih dalam pemantauan 118 Orang dan yang telah selesai pemantauan 9 Orang;
  7. Kabupaten Raja Ampat, Total OTG berjumlah 78 Orang, masih dalam pemantauan sebanyak 64 Orang dan yang telah selesai pemantauan 14 Orang;
  8. Kabupaten Manokwari Selatan Total OTG berjumlah 26 Orang, masih dalam pemantauan sebanyak 3 Orang dan yang selesai pemantauan 23 Orang
  9. Kota Sorong, Total OTG berjumlah 134 Orang, masih dalam pemantauan berjumlah 56 Orang dan telah selesai pemantauan berjumlah 78 Orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP)

hari ini bertambah 2 Orang dari Kabupaten Fak fak, dan berikut sebaran ODP baik yang masih dalam pemantauan dan yang sudah selesai pemantauan  : 

  1. Kabupaten Fakfak total 220  Orang, masih dalam pemantauan 10 Orang dan 210 Orang yang telah selesai pemantauan;
  2. Kabupaten Kaimana 16 Orang, masih dalam pemantauan 1 Orang dan yang telah selesai pemantauan 15 Orang;
  3. Kabupaten Teluk Wondama total 20 Orang, 2 Orang masih Pemantauan dan yang telah selesai pemantauan sebanyak 18 Orang;
  4. Kabupaten Teluk Bintuni Total 5 Orang, masih dalam pemantauan 2 Orang dan telah selesai pemantauan 3 Orang;
  5. Kabupaten Manokwari total 199 Orang, masih dalam pemantauan 8 Orang dan 191 orang yang telah selesai pemantauan;
  6. Kabupaten Sorong Selatan total 109 Orang, masih dalam pemantuan 1 orang dan 108 orang yang telah selesai pemantauan
  7. Kabupaten Sorong Total 59 Orang, masih dalam pemantauan 4 Orang dan 55 Orang telah selesai pemantauan;
  8. Kabupaten Raja Ampat total 96 Orang, masih dalam pemantauan 61 Orang dan 35 Orang yang telah selesai pemantauan;
  9. Kabupaten Manokwari Selatan Total 9 Orang, telah selesai pemantauan 9 orang;
  10. Kabupaten Pegunungan Arfak Total 3 Orang dan yang telah selesai pemantauan sebanyak 3 Orang.
  11. Kota Sorong total 155 Orang, masih dalam pemantauan 21 Orang dan yang telah selesai pemantauan 134 Orang;

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 

Hari ini tidak ada penambahan dan berikut sebaran PDP baik yang masih dalam pemantauan dan yang sudah selesai pemantauan  : 

  1. Kabupaten Kaimana 1 Orang, telah selesai pengawasan 1 Orang.
  2. Kabupaten Teluk Bintuni 2 Orang  dan  telah selesai pengawasan 2 Orang ;
  3. Kabupaten Manokwari Total 9 Orang, dalam pengawasan 1 Orang, dan yang telah selesai pengawasan 8 Orang;
  4. Kabupaten Sorong Selatan total 3 Orang, telah selesai pengawasan 3 Orang;
  5. Kabupaten Sorong 1 Orang, masih dalam pengawasan 1 Orang;
  6. Kabupaten Raja Ampat Total 7 Orang, 6 Orang masih dalam pengawasan dan 1 Orang telah selesai pengawasan;
  7. Kabupaten Tambrauw 1 Orang, telah selesai pengawasan 1 Orang;
  8. Kabupaten Manokwari Selatan 1 Orang, dalam pengawasan 1 Orang;
  9. Kota Sorong Total 33 Orang, yang masih dalam pengawasan 7 Orang, dan yang telah selesai pengawasan 26 Orang;

Pemeriksaan Laboratorium,

Hingga kini, hasil pemeriksaan yang sudah keluar sebanyak 262 sampel dengan hasil :

  • 53 sampel Positif (+)
  1. Kab. Teluk Bintuni 11 Orang
  2. Kab. Manokwari 6 Orang
  3. Kab. Sorong 12 Orang
  4. Kab. Raja Ampat 14 Orang
  5. Kab. Manokwari Selatan 1 Orang
  6. Kota Sorong 9 Orang
  • 209 sampel Negatif (-)
  1. Kab. Kaimana 6 Orang 
  2. Kab. Teluk Bintuni 24 Orang
  3. Kab. Manokwari 29 Orang 
  4. Kab. Sorong 10 Orang
  5. Kab. Raja Ampat 49 Orang
  6. Kab. Tambrauw 1 Orang
  7. Kab. Manokwari Selatan 4 Orang
  8. Kota Sorong 86 Orang 

Kasus Meninggal sebanyak 10 (sepuluh) orang sebagai berikut :

  • PDP Positif (+) 1 Orang ; dari Kota Sorong 
  • PDP 9 Orang ; dari Kota Sorong 7 Orang, Kabupaten  Manokwari 1 Orang dan Kabupaten Teluk Bintuni 1 Orang

Sembuh :

  • 0 Orang

#SELALUWASPADA

#JANGLUPAPAKEMASKER

#SELALUCUCITANGANPAKESABUN

SEMOGA TUHAN MELINDUNGI DAN MENJAGA KITORANG SEMUA.

PI&HUMAS 09/05/2020

sumber: https://dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/situasi-terkini-perkembangan-covid19-di-papua-barat-tanggal-09-mei-2020

RSUD Provinsi Papua Barat: “Demi Covid-19 Kami Hadir Sebelum Waktunya”

Tak seorangpun di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang menyangka bahwa gedung RSUD Provinsi Papua Barat akan difungsikan pada awal 2020. Rencananya, gedung ini baru akan difungsikan sebagai Rumah Sakit Umum paling cepat pada awal 2021. Pandemi Covid-19 merubah banyak hal dalam peradaban manusia dan kemanusiaan (klik Hal Yang Hilang Dan Yang Tidak Boleh Hilang). Pandemi Covid-19 juga merubah rencana terkait RSUD Provinsi Papua Barat, sehingga saat ini sudah digunakan sebagai Fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Provinsi Papua Barat.

Tiga minggu yang lalu, tanggal 17 April 2020 sore, gedung RSUD Provinsi Papua Barat dipaksa oleh keadaan untuk merawat dua orang pasien dengan konfirmasi Covid-19. Akan terukir dalam sejarah kesehatan Provinsi Papua Barat bahwa inilah dua orang pertama yang menikmati fasilitas baru RSUD Provinsi Papua Barat. Keduanya berinisial nama depan dengan huruf A. Tampaknya cocok juga, karena huruf A menjadi huruf yang paling pertama dalam deretan alfabetik. Fasilitas RSUD Provinsi Papua Barat dinikmati pertama kali bukan oleh penduduk yang berdomisili di wilayah Provinsi Papua Barat, tetapi Provinsi Papua. Inipun dapat bermakna filosofis yang agung. RSUD Provinsi Papua Barat harus memberi manfaat, bukan hanya bagi penduduk Papua Barat, tapi bagi semua sesama manusia yang membutuhkannya. Tidak pandang suku, agama dan status sosial-ekonomi pasien, semua harus bisa dilayani.

Jika lazimnya launching sesuatu itu dilakukan dengan meriah dan penuh sorak sorai, maka “launching” RSUD Provinsi Papua Barat diliputi oleh suasana kecemasan. Cemas, karena ada sekelompok masyarakat yang tidak menghendaki kehadiran kedua pasien tersebut dirawat di RSUD Provinsi Papua Barat. Mereka meyakini hal tersebut akan membahayakan masyarakat di sekitarnya. Pemalangan pintu gerbang masuk-keluar RS-pun dilakukan oleh beberapa orang, sehingga sebagian besar tenaga kesehatan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, untuk sementara waktu terkurung di dalam lingkungan RSUD Provinsi Papua Barat.

Jika lazimnya launching sesuatu itu dilakukan dengan pengguntingan pita, maka “launching” RSUD Provinsi Papua Barat dilakukan dengan pembukaan palang di pintu gerbang RS di malam hari tanggal 17 April 2020. Memang, banyak keunikan di seputar “kelahiran prematur” RSUD Provinsi Papua Barat.

Tanggal 17 April 2020 akan dikenang selalu oleh insan kesehatan di Provinsi Papua Barat. Bisa diusulkan tanggal ini sebagai Hari Jadi-nya RSUD Provinsi Papua Barat. Walaupun, belum seluruh fasilitas RSUD Provinsi Papua Barat tuntas disiapkan, tetapi harus hadir sebelum waktunya demi memperkuat benteng pertahanan melawan Covid-19 (klik RSUD Provinsi Papua Barat: Sampai Di Mana Sekarang?2019-nCoV Menyerang, Manusia Bertahan). Sesungguhnya, bukan pandemi Covid-19 yang membuat semuanya ini terjadi, tetapi kehendak Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berdaulat./ -DoVic 090520-

sumber: https://dinkes.papuabaratprov.go.id/artikel/rsud-provinsi-papua-barat-demi-covid19–kami-hadir-sebelum-waktunya